Strategi Prabowo Pangkas Harga Pupuk Subsidi 20 Persen di Tengah Krisis
- Selasa, 05 Mei 2026
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memangkas harga pupuk subsidi hingga 20 persen sebagai langkah antisipatif menjaga ketahanan pangan di tengah krisis energi global.
Kebijakan strategis ini diambil jauh hari sebelum ketidakstabilan di kawasan Asia Barat memutus jalur distribusi bahan baku utama di pasar internasional.
“Presiden Prabowo sejak awal sudah melihat bahwa dunia menuju periode ketidakstabilan,” kata Amran sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Selasa (5/5/2026).
Baca JugaKAI Resmi Ubah Nama KA Argo Bromo Anggrek Menjadi KA Anggrek
Andi Amran Sulaiman berpendapat, bahwa kebijakan itu menunjukkan kemampuan presiden dalam membaca dinamika global, termasuk masalah pupuk.
Diskon sebesar 20 persen yang telah berlaku sejak tahun lalu tersebut mencakup volume distribusi sebanyak 9,8 juta ton.
Total nilai anggaran yang dikucurkan untuk melindungi daya beli petani ini mencapai angka fantastis 46,87 triliun rupiah.
Langkah ini dianggap sangat krusial mengingat harga urea dunia sempat meroket hingga menembus level 720 dollar AS per ton pada April lalu.
Penutupan Selat Hormuz serta kebijakan China yang menghentikan ekspor nitrogen menjadi pemicu utama kelangkaan pasokan di berbagai negara tetangga.
Pemerintah menyadari bahwa ketergantungan pada produk impor dapat mengancam ketersediaan stok pangan di dalam negeri jika tidak segera dimitigasi.
Selain intervensi harga, penyederhanaan birokrasi dilakukan dengan menghapus ratusan aturan yang selama ini menghambat aliran logistik ke pelosok desa.
Instruksi Presiden diterbitkan secara khusus untuk melenyapkan 145 regulasi yang dinilai membuat akses pupuk menjadi sulit dijangkau oleh tangan petani.
Efektivitas distribusi kini menjadi fokus utama agar bantuan pemerintah benar-benar tiba tepat waktu sebelum masa tanam dimulai.
Transformasi kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas ekonomi di sektor agraris di tengah tingginya tensi geopolitik dunia.
Keberlanjutan produksi pangan tetap menjadi prioritas tertinggi untuk memastikan kemandirian bangsa di tengah ancaman krisis global yang masih membayangi.
Ganis Akjul Karyawati
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Update Harga BBM Pertamina 11 April 2026 Stabil di Seluruh Wilayah Indonesia
- Sabtu, 11 April 2026
Daftar 5 Rumah Subsidi Balikpapan Murah 2026 Dekat Kawasan Penyangga IKN Baru
- Sabtu, 11 April 2026
Harga TBS Sawit Kalteng Maret 2026 Naik Usia Produktif Capai Rp3773 per Kg
- Sabtu, 11 April 2026
KUR BRI 2026 Hadir Dengan Struktur Bunga Simulasi Angsuran Syarat Pengajuan
- Sabtu, 11 April 2026





.jpg)





