Breaking

Indonesia Jaga Tren Surplus Perdagangan 72 Bulan Berturut-turu

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Rabu, 03 Juni 2026
Indonesia Jaga Tren Surplus Perdagangan 72 Bulan Berturut-turu
Luar Biasa! Neraca Dagang RI Surplus 72 Bulan Beruntun per April 2026 (FOTO: NET)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatatkan surplus pada April 2026 sebesar US$ 89,1 juta.

Pencapaian tersebut membawa Indonesia mempertahankan tren surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut.

"Pada April 2026 neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar US$ 89,1 juta. Neraca perdagangan Indonesia dengan demikian telah mencatatkan surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," kata Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).

Surplus ini ditopang oleh komoditas nonmigas sebesar US$ 3,53 miiliar.

Adapun komoditas penyumbang surplus komoditas nonmigas, yakni lemak dan minyak hewani atau nabati (HS15), bahan bakar mineral (HS27), besi dan baja (HS72).

Sementara itu, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit US$ 3,44 miliar.

Komoditas penyumbang defisit migas, yakni minyak mentah, hasil minyak dan gas alam.

Sec secara kumulatif, neraca perdagangan pada Januari hingga April 2026 mencatatkan surplus sebesar US$ 5,64 miliar.

"Surplus sepanjang Januari hingga April 2026 ini ditopang oleh surplus komoditas non migas yaitu sebesar US$ 14,16 miliar. Sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar US$ 8,52 miliar," tambah Pudji.

Surplus neraca perdagangan terjadi karena nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan nilai impor pada April 2026.

Per April 2026, ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 25,30 miliar atau naik 21,98% dibandingkan April 2025.

Sementara nilai impor Indonesia tercatat sebesar US$ 25,21 miliar atau naik 22,49% dibandingkan April tahun lalu.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua