Breaking

Pemeliharaan Jaringan, Listrik 8 Kecamatan Bangkalan Padam

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Rabu, 10 Juni 2026
Pemeliharaan Jaringan, Listrik 8 Kecamatan Bangkalan Padam
Ilustrasi listrik padam di Bangkalan. (Sumber: NET)

BANGKALAN - Pemutusan aliran listrik secara bergilir melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, sejak Selasa (9/6/2026) hingga hari ini, Rabu (10/6/2026).

Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bangkalan, Nasir mengungkapkan, sejak kemarin pihak PLN melangsungkan pemadaman di delapan wilayah.

Kawasan tersebut meliputi Kecamatan Burneh, Geger, Arosbaya, Socah, Klampis, Sepulu, Tanjung Bumi, dan Kecamatan Tragah.

Penghentian aliran arus ini dikerjakan secara bergantian.

Rinciannya, untuk tahap pertama dilangsungkan pada pukul 10.00 hingga 12.30 WIB, sementara untuk sesi berikutnya diterapkan pada pukul 12.30 sampai 15.00.

"Itu pemeliharaan jaringan 20 KV," ucapnya.

Ia memaparkan, pemadaman masih diteruskan hari ini namun terbatas di beberapa desa saja, yaitu di Desa Lajing, Tengket, Sabiyan, Gebang, Bancaran, dan Kampung Bajik.

"Untuk hari ini ada penjumperan trafo sisip," ungkapnya.

Ia turut menegaskan, adanya pemadaman di beberapa wilayah tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan insiden pemadaman bergilir yang melanda wilayah Jawa 1 hingga berimbas pada interkoneksi Jawa-Bali.

"Kemarin dan hari ini kami ada pemeliharaan," tuturnya.

Walau demikian, ia belum dapat menjamin apakah ke depannya gangguan kelistrikan di wilayah Jawa-Bali bakal membawa dampak terhadap pasokan listrik yang mengalir di Bangkalan.

"Semoga saja aman," imbuhnya.

Di sisi lain, salah seorang pelanggan PLN yang tinggal di Kecamatan Klampis, Ningrum mengutarakan bahwa dirinya tidak memperoleh info awal dari PLN mengenai kebijakan pemadaman bergilir tersebut.

Meski begitu, ia tidak merasa terkejut lantaran pasokan listrik di area tempat tinggalnya memang kerap kali mati tanpa adanya pengumuman terlebih dahulu.

"Memang kemarin itu tidak ada pemberitahuan, kebetulan pas nyuci baju, listrik padam jadi ya harus diselesaikan dengan nyuci manual," ucapnya.

"Di sini sering memang padam. Kadang kalau ada angin, atau pohon tumbang begitu," imbuhnya.

Secara terpisah, seorang warga Desa Jadidh, Kecamatan Socah, Faisol mengonfirmasi bahwa desanya sebenarnya tidak masuk dalam daftar jadwal pemadaman resmi.

Akan tetapi, aliran listrik di rumah tinggalnya justru ikut terputus.

"Kemarin itu dari jam 13.30 di rumah padam sampai maqrib. Nyala sebentar lalu padam lagi, sekitar jam 20.00 baru nyala. Tidak tahu apa penyebabnya," pungkasnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua