Breaking

Mengenal Hipoglikemia, Bahaya Gula Darah Rendah yang Instan

SU
Sutomo

Editor: Sutomo

Kamis, 11 Juni 2026
Mengenal Hipoglikemia, Bahaya Gula Darah Rendah yang Instan
Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula dalam darah berada di bawah batas normal.

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula dalam darah berada di bawah batas normal. Selain sering terjadi pada penderita diabetes, gangguan ini bisa dipicu oleh penyakit lain atau efek samping penggunaan obat-obatan tertentu.

Glukosa atau gula darah merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia. Zat ini diperoleh dari makanan berkarbohidrat, seperti nasi, kentang, roti, atau susu. Selain itu, organ hati juga memproduksi glukosa secara alami. Jika kadarnya merosot di bawah angka normal, tubuh akan kekurangan daya sehingga aktivitas sehari-hari pasti terganggu.

Kondisi ini umumnya terjadi bila kadar gula darah berada di bawah 70 mg/dL. Kendati demikian, kemunculan gejalanya bisa bervariasi pada tiap orang, tergantung kondisi kesehatan masing-masing pasien. Hipoglikemia yang terlambat ditangani berisiko memicu penurunan kesadaran, kejang, bahkan kerusakan otak permanen.

Penyebab Hipoglikemia

Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah merosot secara drastis. Penderita diabetes paling sering mengalaminya karena beberapa faktor berikut:

Penggunaan insulin atau obat diabetes (khususnya golongan sulfonilurea) yang tidak teratur atau melebihi dosis.

Pola makan yang buruk, misalnya porsi terlalu sedikit atau sering menunda jam makan.

Aktivitas fisik atau olahraga berat yang tidak diimbangi dengan asupan makanan yang cukup.

Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

Meski jarang, kondisi gula darah rendah ini juga bisa menyerang orang non-diabetes. Beberapa penyebabnya meliputi:

Defisit hormon yang berfungsi mengatur keseimbangan gula darah.

Malnutrisi parah, contohnya akibat gangguan makan seperti anoreksia nervosa.

Produksi insulin yang berlebih akibat adanya tumor di kelenjar pankreas (insulinoma).

Seseorang juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini apabila:

Sedang menjalani pengobatan tertentu, seperti mengonsumsi obat antimalaria, antiaritmia, atau obat penurun gula darah.

Pernah melakukan operasi bariatrik (pengecilan lambung).

Menderita penyakit kronis seperti hepatitis, gangguan ginjal, malaria, atau sepsis.

Gejala Hipoglikemia

Tanda-tanda tubuh mengalami gula darah rendah bisa datang secara mendadak dan berbeda pada setiap individu. Beberapa gejala hipoglikemia yang umum meliputi:

Mudah lapar dan gampang marah

Sulit memusatkan konsentrasi

Sensasi kesemutan

Tubuh terasa lelah dan pusing

Gemetar (tremor) atau badan tiba-tiba menggigil

Wajah pucat dan keluar keringat dingin

Jantung berdebar-debar (palpitasi)

Kondisi ini akan semakin memburuk jika diabaikan, terutama jika pasien tidak menyadari penurunan kadar gulanya. Dampak lanjutannya meliputi:

Gangguan pada penglihatan

Linglung dan berperilaku tidak wajar

Kehilangan kesadaran (pingsan) hingga kejang

Sangat penting untuk mendeteksi gejala hipoglikemia sejak dini agar tindakan penyelamatan bisa segera dilakukan sebelum terjadi kerusakan otak permanen.

Kapan Harus ke Dokter?

Bagi penderita diabetes, pemeriksaan ke dokter secara berkala sangat dianjurkan untuk memantau efektivitas terapi serta mendeteksi risiko komplikasi. Jika penderita diabetes mulai merasakan gejala penurunan gula darah, segera konsumsi permen atau minum sirup manis untuk mendongkrak kadar gula. Jika kondisi tidak kunjung membaik, segera menuju IGD rumah sakit terdekat.

Bagi Anda yang bukan penderita diabetes namun merasakan tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Melalui fitur Booking Dokter di aplikasi ALODOKTER, Anda dapat membuat janji temu medis dengan praktis berdasarkan lokasi, jadwal, serta ulasan pasien lain.

Jika memerlukan panduan medis awal sebelum pergi ke klinik atau rumah sakit, layanan Chat Bersama Dokter siap membantu Anda berkonsultasi langsung demi mendapatkan arahan penanganan yang tepat.

Diagnosis Hipoglikemia

Penderita diabetes sangat disarankan memiliki alat pengukur gula darah mandiri di rumah. Dengan begitu, pemeriksaan kadar gula bisa langsung dilakukan saat tubuh mulai terasa tidak nyaman.

Meski batas umumnya adalah di bawah 70 mg/dL, keluhan terkadang sudah bisa muncul walaupun angka di alat ukur masih di atas batas tersebut. Oleh karena itu, memahami indikasi fisik sangatlah penting.

Dalam menegakkan diagnosis, dokter akan mengevaluasi keluhan pasien dan melakukan tes darah. Pemeriksaan tambahan seperti fungsi ginjal, hati, dan kelenjar adrenal juga kerap dilakukan untuk melacak akar masalahnya. Jika ada indikasi tumor pankreas, dokter akan menyarankan prosedur CT scan atau MRI.

Pengobatan Hipoglikemia

Langkah penanganan terbagi menjadi tindakan darurat mandiri dan perawatan intensif di fasilitas kesehatan:

Pertolongan Pertama untuk Hipoglikemia

Tindakan awal disesuaikan dengan tingkat kesadaran pasien. Ingat, jangan pernah memberi makan atau minum kepada orang yang pingsan karena berisiko menyumbat saluran napas (aspirasi).

Jika pasien tidak sadarkan diri, lakukan langkah ini:

Pindahkan pasien ke area yang aman dan nyaman.

Segera hubungi ambulans atau tim medis darurat.

Baringkan pasien dalam posisi telentang yang rileks.

Cek napasnya; jika bernapas, posisikan tubuhnya miring (posisi mantap). Lakukan CPR jika pasien berhenti bernapas.

Sebagai pertolongan pertama bagi pasien yang masih sadar, segera berikan makanan atau minuman manis (seperti permen atau teh manis). Periksa kadar gula darahnya setelah 15 menit. Jika angkanya masih di bawah 70 mg/dL, berikan kembali asupan manis dan cek lagi 15 menit kemudian. Jika kondisi tetap tidak membaik, segera bawa ke rumah sakit.

Penanganan di Rumah Sakit

Dokter akan memberikan suntikan atau infus cairan glukosa dosis tinggi. Setelah kondisi pasien stabil, dokter akan mengevaluasi pemicunya, meninjau riwayat penyakit, serta obat yang dikonsumsi untuk menyesuaikan kembali dosis insulin atau obat diabetesnya. Jika pemicunya adalah insulinoma, operasi pengangkatan tumor akan direkomendasikan.

Komplikasi Hipoglikemia

Jika dibiarkan tanpa penanganan cepat, gula darah rendah dapat memicu komplikasi fatal, seperti:

Pusing parah hingga hilang keseimbangan (berisiko memicu kecelakaan)

Kejang-kejang

Koma atau penurunan kesadaran

Kerusakan fungsi otak secara permanen

Kematian

Pencegahan Hipoglikemia

Bagi penderita diabetes, risiko penurunan gula darah ekstrem ini dapat dicegah dengan cara:

Rutin memeriksa kadar gula darah mandiri dan peka terhadap perubahan tubuh.

Makan secara teratur dengan menu bergizi seimbang sesuai jadwal.

Mengonsumsi obat diabetes atau menyuntikkan insulin tepat dosis dan tepat waktu.

Disiplin melakukan kontrol kesehatan ke dokter.

Selalu menyiapkan camilan atau permen manis di dalam tas saat bepergian.

Membatasi atau menghindari alkohol.

Mengonsumsi karbohidrat ringan sebelum berolahraga atau sebelum tidur demi mencegah penurunan gula darah secara drastis.

Bagi individu non-diabetes yang sering mengalami keluhan serupa, mengonsumsi camilan manis secara berkala bisa membantu. Namun, pemeriksaan ke dokter tetap menjadi solusi terbaik agar penyebab utamanya bisa disembuhkan secara tuntas.

Kesimpulan

Hipoglikemia merupakan kondisi medis darurat berupa penurunan kadar gula darah di bawah 70 mg/dL yang membutuhkan penanganan cepat. Meskipun lebih identik sebagai komplikasi pada penderita diabetes akibat ketidaksesuaian dosis obat atau pola makan, kondisi ini juga bisa mengintai orang sehat akibat gangguan organ atau nutrisi. Mengenali gejalanya dan mengetahui langkah pertolongan pertama yang benar-seperti metode pemberian gula berkala setiap 15 menit bagi pasien sadar-sangat krusial demi menghindari komplikasi fatal seperti kerusakan otak permanen hingga kematian.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Berapa angka kadar gula darah yang dikategorikan sebagai hipoglikemia? 
Seseorang umumnya dinyatakan mengalami kondisi ini jika hasil pengukuran kadar gula darahnya berada di bawah 70 mg/dL.

2. Apa pertolongan pertama yang harus dilakukan jika penderita masih sadar? 
Segera berikan makanan atau minuman manis seperti permen, sirup, atau teh manis. Tunggu dan periksa kembali kadar gula darahnya setelah 15 menit untuk memastikan angkanya naik.

3. Bolehkah memberi minum teh manis saat penderita hipoglikemia pingsan? 
Tidak boleh. Jangan memberikan makanan atau minuman apa pun kepada orang yang tidak sadar karena dapat menyebabkan tersedak dan menyumbat saluran pernapasan yang berakibat fatal.

4. Apakah orang yang tidak punya penyakit diabetes bisa terkena hipoglikemia? 
Bisa. Meski jarang terjadi, orang non-diabetes bisa mengalaminya akibat faktor kekurangan nutrisi parah (anoreksia), kecanduan alkohol, penyakit hati/ginjal, hingga adanya tumor pada kelenjar pankreas.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua