Breaking

Fasilitasi Korban Gempa Sigi, Baznas Bangun Masjid Darurat

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Rabu, 24 Juni 2026
Fasilitasi Korban Gempa Sigi, Baznas Bangun Masjid Darurat
Kepedulian jajaran Satbrimob Polda Sulteng terhadap pemenuhan kebutuhan ibadah warga terdampak gempa di Kabupaten Sigi.(FOTO:NET)

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membangun Masjid Darurat Al-Muhajirin di kawasan Desa Kamarora A, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah demi mengakomodasi keperluan fasilitas ibadah bagi warga yang terdampak oleh bencana gempa bumi.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad lewat pernyataan resminya di Jakarta, Rabu, mengutarakan bahwa pendirian sarana ibadah darurat tersebut dilaksanakan lantaran banyak sekali prasarana publik, termasuk rumah ibadah, yang roboh atau rusak imbas gempa sehingga belum dapat dimanfaatkan warga setempat.

"Kami turut berduka atas bencana gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah. Saat ini Baznas terus mengerahkan sejumlah kekuatan dan bantuan kemanusiaan, termasuk pembangunan masjid darurat ini," katanya.

Idy menjabarkan bahwa bantuan pembuatan masjid darurat ini adalah bentuk kerja sama kolektif antara Baznas RI, Baznas Provinsi Sulawesi Tengah, Baznas Kota Palu, Baznas Kabupaten Sigi, Baznas Kabupaten Tojo Una-Una, Baznas Kabupaten Parigi Moutong, Baznas Kabupaten Morowali, Baznas Kabupaten Banggai, jajaran TNI dari Batalyon 873 Masewo Masagena, Kodam XIII/Merdeka di wilayah Kabupaten Sigi, satuan Brimob Polri, serta para muzaki yang ikut menyokong agenda penanggulangan dampak bencana.

Sementara itu, ukuran lahan dari bangunan tempat ibadah darurat Al-Muhajirin tersebut mencapai 10 x 10 meter.

Idy menuturkan kembali bahwa situasi setelah gempa tersebut mengakibatkan kerusakan hebat pada various prasarana publik sehingga terbengkalai, termasuk di dalamnya bangunan masjid.

Menurut pandangannya, kehadiran masjid darurat menjadi salah satu keperluan yang krusial saat warga sekitar tengah berikhtiar untuk pulih dari efek guncangan bencana tersebut.

"Baznas membangun masjid darurat ini sebagai solusi cepat agar masyarakat tetap memiliki tempat ibadah yang layak dan aman," ujarnya.

Idy memastikan bahwa semua jenis logistik bantuan yang diberikan oleh Baznas bersumber dari titipan zakat, infak, maupun sedekah milik masyarakat yang diamanahkan lewat Baznas untuk diteruskan kepada golongan yang berhak memprolehnya.

Ia pun mengutarakan rasa terima kasihnya kepada segenap elemen yang sudi bergotong royong bersama Baznas dalam mendirikan sarana ibadah sementara tersebut.

"Kami berharap masjid darurat ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk beribadah, serta menjadi ruang kumpul dan memperkuat kebersamaan warga selama proses pemulihan pascagempa berlangsung," ucap Idy Muzayyad.

Pada kesempatan terdahulu, Baznas RI telah menerjunkan personel dari Baznas Tanggap Bencana (BTB) bersama tim Rumah Sehat Baznas (RSB) guna menyokong jalannya evakuasi warga, pemenuhan logistik primer, hingga menyodorkan pelayanan kesehatan bagi para penyintas musibah gempa.

Baznas pun menggelontorkan bermacam-macam bentuk pertolongan kemanusiaan, di antaranya pasokan air bersih sebanyak 5.000 liter beserta ribuan paket hidangan siap konsumsi untuk para korban.

Bukan sekadar sokongan logistik semata, pihak Baznas juga mengadakan program pemulihan psikososial bagi para penyintas bencana, khususnya bagi kalangan anak-anak serta kelompok masyarakat rentan lainnya.

 

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua