Breaking

Ekonomi Sirkular Jadi Daya Tarik Investasi dan Transformasi Berau

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Jumat, 03 Juli 2026
Ekonomi Sirkular Jadi Daya Tarik Investasi dan Transformasi Berau
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas (FOTO: NET)

BERAU - Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menetapkan ekonomi sirkular sebagai motor penggerak masuknya investasi, agar pembangunan berkelanjutan tetap berorientasi lingkungan serta menjaga ekosistem daratan maupun ekonomi biru.

Berau telah lama mengimplementasikan pembangunan ramah lingkungan dalam manajemen perkebunan, kehutanan, hingga konsep ekonomi biru, khususnya pada sektor perikanan berkelanjutan dan pengembangan wisata bahari, ungkap Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Tanjung Redeb, Jumat.

"Sampah bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, tapi dalam pengelolaannya berpotensi sebagai sumber daya ekonomi yang mampu menarik investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar dia.

Lebih jauh, pembangunan berwawasan lingkungan telah dipetakan sebagai elemen rantai industri masa depan melalui transformasi ekonomi yang tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan dan migas, sejalan dengan visi pembangunan Berau 2025–2029, yaitu "Maju, Unggul, Berkelanjutan, Makmur dan Sejahtera".

Saat ini, menurut dia, Berau terus menguatkan sektor perekonomian berkelanjutan seperti pariwisata, pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

"Ke depan, kami harus mempersiapkan fondasi ekonomi yang lebih beragam, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan. Sampah adalah sumber daya ekonomi yang memiliki nilai tambah, mampu menciptakan lapangan kerja, dan menjadi bagian dari rantai industri masa depan," katanya.

Dia menjelaskan bahwa rencana pengembangan Kawasan Industri Sampah Sirkular (KISS) Berau merupakan terobosan yang relevan dengan tantangan pembangunan saat ini, karena menyediakan ekosistem industri hijau yang terintegrasi mulai dari pemilahan hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Material hasil pengolahan sampah dari konsep tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat berganda, yaitu membuka lapangan kerja baru, memperkuat peran bank sampah, menambah pendapatan daerah dalam jangka panjang, hingga mendorong masuknya investasi ekonomi sirkular.

Terlebih lagi, Berau sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah pelopor pelestarian alam, baik dalam pembangunan infrastruktur, perkebunan, hingga permukiman yang senantiasa diupayakan tidak merusak ekosistem, ujar dia.

Seperti upaya melindungi hutan adat, cagar alam, dan kawasan tangkapan air, lanjutnya, Berau juga menjadi percontohan nasional dalam restorasi hutan dan pengurangan emisi karbon, mendorong pertanian ramah lingkungan, dan pengelolaan hutan produksi lestari, serta melarang praktik tebang habis.

Dari sisi ekonomi biru, dia mengatakan bahwa Berau mengatur kuota tangkapan, melarang penggunaan alat tangkap yang merusak alam, membudidayakan ikan dan rumput laut tanpa mencemari perairan, serta mengelola wisata bahari seperti Kepulauan Derawan, Maratua, dan Sangalaki dengan batas kunjungan, pelestarian penyu, hingga perlindungan terumbu karang.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua