Breaking

Kebakaran TPA Jatiwaringin: Asap Beracun Ancam Kesehatan Warga

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Selasa, 07 Juli 2026
Kebakaran TPA Jatiwaringin: Asap Beracun Ancam Kesehatan Warga
Kebakaran TPA Jatiwaringin di Tangerang.(FOTO:NET)

JAKARTA - Kebakaran yang menghanguskan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang sudah terjadi selama kurun waktu hampir satu minggu.

Sampai Senin (6/7), sejumlah petugas di lokasi masih tetap berusaha keras melaksanakan proses pemadaman.

"Masih dalam penangan di hari ke 7, masih pemadaman," kata petugas call center BPBD/ Pemadam Kebakaran Kab Tangerang, saat dihubungi, Senin (6/7/2026).

Insiden kebakaran yang berkecamuk semenjak Selasa (30/6) ini telah menimbulkan pencemaran udara yang lumayan buruk.

Situasi tersebut berisiko mendatangkan efek buruk bagi kesehatan penduduk yang bermukim di daerah sekitar akibat mengisap asap tersebut.

Prof Tjandra Yoga Aditama selaku Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menerangkan bahwa tumpukan sampah yang terbakar bisa menyebabkan munculnya berbagai macam polutan udara.

"Yaitu amonia (NH3), karbon dioksida dioxide (CO2), karbon monoksida (CO), hidrogen sulfida (H2S), metana (CH4), nitrogen dioksida (NO2) dan sulfur dioksida (SO2)," kata Prof Tjandra dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (7/6/2026).

Tidak cuma gas-gas beracun itu saja, partikel padat atau Particulate Matter (PM) dengan bermacam ukuran layaknya PM 10, PM 5, dan PM 2,5 pun ikut mengotori udara, yang mana ukurannya yang sangat mikro bisa merangsek sampai ke bagian paling dalam paru-paru di alveolus.

"Kebakaran biomassa sampah ini akan dapat mengeluarkan bahan berbahaya dalam bentuk 'volatile organic compounds' dan juga bahan kimia aromatik polisiklik," katanya.

Oleh karena itu, Prof Tjandra mengimbuhkan bahwa persoalan ini dapat mengganggu kondisi fisik warga.

Dampak yang ditimbulkan bervariasi mulai dari indikasi ringan sampai indikasi berat, sehingga sudah semestinya memperoleh atensi serius dari para pemangku kebijakan.

"Gangguan kesehatan akibat kebakaran sampah dapat ringan sampai berat. Keluhan dan penyakit yang mungkin timbul dapat berupa sakit kepala, iritasi mata, gangguan kulit, gangguan saluran cerna," katanya.

"Selanjutnya akan berdampak pada paru dan saluran napas, seperti infeksi dalam berbagai derajatnya. Mulai ISPA ringan sampai berat, dan gangguan pernapasan seperti serangan asma," sambungnya.

Beberapa golongan warga yang rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, serta kalangan yang telah menderita penyakit paru kronis sebelumnya dikonfirmasi mempunyai tingkat risiko yang jauh lebih tinggi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua