IHSG Menguat ke Level 6.108,2, Lima Saham Ini Cetak Cuan Besar
JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 66,2 poin (1,1%) hingga mencapai level 6.108,2 pada penutupan perdagangan hari Kamis (16/7/2026).
Beberapa saham yang berada dalam indeks LQ45 tercatat menguat, seperti saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang melejit 10,27% dan saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang melonjak 6,8%.
Saham-saham lain turut melonjak dan menempati jajaran top gainers dengan kenaikan harga berkisar antara 19% hingga 27%.
Tercatat sebanyak 385 saham mengalami kenaikan, 254 saham mengalami penurunan, dan 326 saham bergerak stagnan. Sementara itu, total nilai transaksi di bursa berhasil menyentuh angka Rp 13,2 triliun.
Seluruh sektor saham bergerak menguat pada penutupan pasar hari ini. Sektor teknologi menjadi sektor dengan penguatan tertinggi, yakni mencapai 1,9%.
Selanjutnya, peningkatan juga dialami oleh sektor barang baku sebesar 1,57%, sektor properti 1,3%, sektor infrastruktur 1,19%, sektor keuangan 0,92%, serta sektor energi 0,2%.
Penguatan juga merambah sektor kesehatan sebesar 0,53%, sektor barang konsumen primer 0,51%, sektor transportasi 0,37%, sektor perindustrian 0,29%, dan sektor barang konsumen non-primer 0,17%.
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa bursa regional Asia cenderung bergerak melemah. Kondisi tersebut terpengaruh oleh sentimen reaksi pelaku pasar yang terus mengawasi peningkatan serangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan tambahan terhadap target Iran.
Situasi konflik yang kembali memanas membuat harga minyak melonjak tajam pekan ini, sehingga menimbulkan kekhawatiran baru terkait inflasi dan prospek suku bunga. Namun Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa Teheran telah mengindikasikan kesediaan untuk melanjutkan negosiasi sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sementara dari dalam negeri, kelanjutan penguatan IHSG tampaknya didukung oleh langkah-langkah fiskal dan pasar yang sedang dipersiapkan pemerintah. Upaya ini dilakukan demi mengendalikan inflasi, terutama pada komoditas pangan yang volatil serta peningkatan biaya industri.
Pilarmas memaparkan bahwa kenaikan harga minyak dunia kembali membebani APBN, sehingga berpotensi memperlebar defisit fiskal. Pada hari ini, di saat IHSG menguat, terdapat 5 saham yang memberikan keuntungan terbesar dengan kenaikan harga 19% hingga 27% hanya dalam waktu satu hari.
Saham-saham tersebut meliputi PT First Media Tbk (KBLV) yang melesat 27% menjadi Rp 108, PT Citatah Tbk (CTTH) yang melejit 25,6% menjadi Rp 137, serta PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) yang melonjak 24,7% menjadi Rp 1.235.
Selanjutnya, saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) terkerek naik 24,6% menjadi Rp 404 dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) terangkat 19,9% menjadi Rp 24.775.
Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang mengalami kejatuhan, di antaranya PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang longsor 14,7% menjadi Rp 266. Kemudian PT Remala Abadi Tbk (DATA) juga ambles 9,8% menjadi Rp 2.210 dan PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) jatuh 9,6% menjadi Rp 560.
Selain itu, saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) terjungkal sebesar 8,6% menjadi Rp 340 dan PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) terkikis 7,9% hingga menjadi Rp 93.