Sindikat Pencuri Avtur di Deli Serdang Lubangi Pipa Bawah Laut untuk Sedot BBM Pertamina
- Kamis, 13 Februari 2025
MEDAN – Tim Fleet One Quick Response (F1QR) TNI Angkatan Laut Lantamal 1 Belawan membongkar sindikat pencurian avtur di Pantai Dewi Indah, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (11/2/2025). Sindikat ini mencuri bahan bakar pesawat dengan cara melubangi pipa bawah laut yang menyalurkan avtur ke Bandara Kualanamu.
Sindikat ini mencuri bahan bakar pesawat dengan cara melubangi pipa bawah laut yang menyalurkan avtur ke Bandara Kualanamu.
Tiga pelaku berinisial AR (47), IW (31), dan H (43) ditangkap dalam operasi tersebut. Komandan Pos Angkatan Laut Pantai Labu, Letda Marinir Olpen Situmorang, mengungkapkan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diterima Komandan Lantamal I Brigjen TNI Jasiman Purba.
"Jadi modus pencurian BBM milik Pertamina ini dilakukan dengan melubangi pipa bawah laut dan dipasang selang yang terhubung ke tangki yang ada di gudang penampungan," kata Olpen dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/2/2025).
Dari penggerebekan, tim menemukan 30 kiloliter (kl) avtur yang ditampung dalam 29 tangki berkapasitas masing-masing 1 KL serta dua drum berisi sekitar 220 liter avtur.
Menurut pengakuan para pelaku, aksi ini telah berlangsung sejak 2022. "Sekali beraksi, mereka bisa mengambil sekitar 30 kl BBM jenis avtur," ujar Olpen.
Saat ini, TNI AL berkoordinasi dengan Polresta Deli Serdang untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Redaksi
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Update Harga BBM Pertamina 11 April 2026 Stabil di Seluruh Wilayah Indonesia
- Sabtu, 11 April 2026
Daftar 5 Rumah Subsidi Balikpapan Murah 2026 Dekat Kawasan Penyangga IKN Baru
- Sabtu, 11 April 2026
Harga TBS Sawit Kalteng Maret 2026 Naik Usia Produktif Capai Rp3773 per Kg
- Sabtu, 11 April 2026
KUR BRI 2026 Hadir Dengan Struktur Bunga Simulasi Angsuran Syarat Pengajuan
- Sabtu, 11 April 2026
Berita Lainnya
Hutama Karya ukur dampak serapan karbon dari 17.000 pohon di koridor JTTS
- Jumat, 24 April 2026





.jpg)





