Sistem Tanggap Darurat Pertamina Teruji: Insiden Kilang Dumai Berhasil Dikendalikan Cepat dan Tepat
- Kamis, 02 Oktober 2025
Dumai, 1 Oktober 2025 – Ketangguhan dan kesiapan sistem penanggulangan keadaan darurat Kilang Pertamina Dumai kembali terbukti. Tim berhasil mengatasi insiden di salah satu unit operasional secara tuntas, memastikan situasi kembali aman dan terkendali penuh pada pukul 23.20 WIB.
Keberhasilan ini adalah cerminan dari prosedur keselamatan yang matang dan koordinasi tim yang luar biasa. Tim tanggap darurat bergerak instan setelah deteksi, membatasi dampak insiden agar tidak meluas, dan yang terpenting, menjamin tidak ada korban jiwa—sebuah pencapaian krusial.
"Langkah mitigasi yang kami terapkan, termasuk pengamanan ketat di area kejadian, memastikan bahwa potensi bahaya susulan dapat ditiadakan sepenuhnya," ujar Agustiawan, Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Dumai.
Baca JugaHutama Karya ukur dampak serapan karbon dari 17.000 pohon di koridor JTTS
Dukungan penuh dari 10 unit mobil pemadam, serta sinergi positif dengan aparat terkait dan pemerintah daerah, semakin memperkuat efektivitas penanganan.
Meski terjadi insiden, operasional utama kilang tetap berjalan aman dan normal, tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Saat ini, fokus beralih ke investigasi mendalam untuk menguatkan langkah pencegahan dan meningkatkan sistem keamanan di masa mendatang.
Agustiawan menutup dengan menegaskan, “Keselamatan adalah fondasi utama kami. Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan.”
Redaksi
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Update Harga BBM Pertamina 11 April 2026 Stabil di Seluruh Wilayah Indonesia
- Sabtu, 11 April 2026
Daftar 5 Rumah Subsidi Balikpapan Murah 2026 Dekat Kawasan Penyangga IKN Baru
- Sabtu, 11 April 2026
Harga TBS Sawit Kalteng Maret 2026 Naik Usia Produktif Capai Rp3773 per Kg
- Sabtu, 11 April 2026
KUR BRI 2026 Hadir Dengan Struktur Bunga Simulasi Angsuran Syarat Pengajuan
- Sabtu, 11 April 2026
Berita Lainnya
Hutama Karya ukur dampak serapan karbon dari 17.000 pohon di koridor JTTS
- Jumat, 24 April 2026





.jpg)





