JAKARTA - Kota Tangerang mulai menunjukkan keseriusannya dalam menjawab tantangan transportasi ramah lingkungan di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di wilayah Tangerang Raya. Alih-alih hanya mengikuti tren, pemerintah daerah mengambil langkah strategis dengan mempersiapkan infrastruktur pengisian daya sebagai fondasi utama transisi menuju mobilitas berkelanjutan. Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi fokus penting dalam upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendukung visi Smart Mobility yang tengah dikembangkan.
Langkah ini sejalan dengan posisi Tangerang Raya yang kini tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pengguna kendaraan listrik terbanyak di Provinsi Banten. Hingga saat ini, sebanyak 188 unit SPKLU telah beroperasi di berbagai titik di Banten, menandakan adanya pertumbuhan signifikan dalam adopsi kendaraan listrik. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Tangerang untuk bergerak lebih cepat agar tidak tertinggal dalam penyediaan fasilitas pendukung yang memadai.
Komitmen Smart Mobility Kota Tangerang
Pemerintah Kota Tangerang memandang pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian integral dari konsep Smart Mobility. Konsep ini tidak hanya menitikberatkan pada modernisasi sarana transportasi, tetapi juga menekankan efisiensi energi, pengurangan emisi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah mematangkan strategi untuk mendukung penggunaan mobil listrik melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak dalam pembangunan SPKLU.
“Terkait dengan Smart Mobility, kita mendukung program penggunaan mobil listrik dengan menjajaki kerja sama pembangunan SPKLU,” ujar Ruta, Selasa, 3 Februari 2026.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan SPKLU bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari rencana jangka menengah Kota Tangerang dalam menciptakan sistem transportasi yang adaptif terhadap perubahan teknologi.
Penjajakan Kerja Sama dengan Berbagai Vendor
Dalam proses pengembangan SPKLU, Pemkot Tangerang membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta. Ruta menjelaskan bahwa saat ini sudah ada sejumlah vendor yang mengajukan proposal pembangunan SPKLU di wilayah Kota Tangerang. Proposal-proposal tersebut sedang melalui tahap evaluasi dan kajian teknis secara menyeluruh.
Pemerintah kota tidak ingin terburu-buru dalam menentukan mitra kerja sama. Setiap proposal ditelaah untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan daerah, standar keamanan, serta keberlanjutan operasional di masa mendatang. Pendekatan ini dilakukan agar pembangunan SPKLU benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Evaluasi tersebut juga mencakup aspek teknis seperti kapasitas daya, sistem pengelolaan, hingga potensi integrasi dengan jaringan listrik yang sudah ada. Dengan perencanaan matang, Pemkot Tangerang berharap kerja sama yang terjalin dapat berlangsung jangka panjang dan mendukung pertumbuhan pengguna kendaraan listrik yang diprediksi terus meningkat.
Target Sebaran Hingga Tingkat Kelurahan
Salah satu hal krusial dalam pengembangan SPKLU adalah penentuan lokasi. Ruta menyampaikan bahwa pemerintah saat ini sedang mengkaji titik-titik strategis yang paling memungkinkan untuk pembangunan SPKLU. Kajian ini tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan, tetapi juga aksesibilitas bagi masyarakat serta kemudahan penyambungan ke gardu listrik.
Dalam rencana jangka panjangnya, Pemkot Tangerang memiliki target agar fasilitas pengisian daya dapat menjangkau seluruh wilayah kota. Bahkan, ambisi pemerintah daerah adalah menghadirkan setidaknya satu SPKLU di setiap kelurahan.
“Paling tidak kita harapkan di setiap kelurahan itu ada satu SPKLU,” tegas Ruta.
Target tersebut menunjukkan keseriusan Pemkot Tangerang dalam memastikan pemerataan infrastruktur, sehingga manfaat kendaraan listrik tidak hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga hingga ke lingkungan permukiman.
Menjawab Kebutuhan Pasar Kendaraan Listrik
Ruta menegaskan bahwa langkah pengembangan SPKLU ini bukanlah bentuk kampanye seremonial semata. Menurutnya, peningkatan penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari dinamika pasar yang berkembang secara alami, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi dan isu lingkungan.
“Sebenarnya bukan kampanye, tetapi kita mendukung perkembangan transportasi yang ada. Ini berjalan sesuai mekanisme pasar, namun pemerintah perlu mendukung dan menyokong hal-hal yang menjadi kebutuhan pasar tersebut,” tambah Ruta.
Pernyataan ini menegaskan peran pemerintah sebagai fasilitator yang menciptakan ekosistem pendukung, bukan sebagai pihak yang memaksakan perubahan. Dengan hadirnya SPKLU yang memadai, diharapkan masyarakat semakin percaya diri untuk beralih ke kendaraan listrik tanpa khawatir kehabisan daya di perjalanan.
Dampak Jangka Panjang bagi Lingkungan dan Kota
Penyediaan SPKLU secara merata diyakini dapat mengurangi salah satu hambatan utama dalam penggunaan kendaraan listrik, yakni keterbatasan fasilitas pengisian daya. Dengan semakin mudahnya akses terhadap SPKLU, Pemkot Tangerang berharap adopsi kendaraan listrik akan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Selain mendukung kenyamanan pengguna, langkah ini juga selaras dengan upaya penurunan emisi karbon dan peningkatan kualitas udara di wilayah perkotaan. Dalam jangka panjang, pengembangan transportasi ramah lingkungan diharapkan mampu menciptakan kota yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui fokus pembangunan SPKLU sebagai fondasi Smart Mobility, Kota Tangerang menegaskan posisinya sebagai daerah yang siap beradaptasi dengan perubahan teknologi transportasi, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di era mobilitas modern.