Misi Damai: 50 Biksu Jalan Kaki dari Bali Menuju Candi Borobudur

Para biksu peserta Indonesia Walk for Peace tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Badung,
Jumat, 08 Mei 2026 | 02:50:17 WIB

DENPASAR - Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali menyambut kedatangan 50 biksu yang berasal dari tiga negara untuk berpartisipasi dalam kegiatan Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026.

Acara tersebut merupakan sebuah perjalanan spiritual sekaligus bentuk kampanye untuk menyebarkan pesan perdamaian.

“Bandara I Gusti Ngurah Rai menyampaikan selamat datang kepada seluruh biksu peserta IWFP, kami merasa terhormat telah menjadi bagian dari kedatangan para biksu yang akan memulai perjalanan spiritual Thudong,” kata General Manajer Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati di Denpasar, Jumat.

Pihaknya mengaku merasa bangga karena bandara di Bali terpilih menjadi gerbang utama kedatangan para biksu yang membawa misi pesan universal mengenai perdamaian.

Momen ini dinilai mencerminkan posisi Bali sebagai destinasi dunia yang senantiasa menjunjung tinggi nilai keberagaman budaya, harmoni, serta spiritualitas.

Sebanyak 50 biksu tersebut datang dari Thailand, Laos, dan Malaysia, yang mana setelah berangkat dari Bali akan berjalan kaki melintasi berbagai wilayah di Indonesia.

Aksi jalan kaki ini dilakukan sebagai simbol untuk menyebarkan nilai kedamaian, toleransi, serta harmoni di antara sesama manusia.

“Kehadiran para biksu di Bali membawa pesan positif mengenai pentingnya menjaga kedamaian, keharmonisan dan persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk, kami berharap perjalanan spiritual ini dapat memberikan inspirasi bagi banyak pihak,” ujar Nugroho Jati.

Berdasarkan data yang ada, rombongan biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada hari Kamis (7/5) pukul 21.30 Wita.

Mereka tiba dengan menggunakan maskapai AirAsia penerbangan AK374 yang melayani rute perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Denpasar.

Setibanya di Bali, pihak pengelola bandara segera memberikan dukungan pelayanan demi memastikan proses kedatangan rombongan berlangsung lancar dan nyaman.

Selain itu, diadakan pula acara penyambutan khusus sebagai bentuk penghormatan kepada para biksu tersebut.

“Proses kedatangan para biksu berjalan dengan lancar dengan dukungan berbagai instansi, di antaranya dari Imigrasi, Bea Cukai, dan Balai Karantina, seluruh fasilitas pelayanan bandara juga kami pastikan dalam keadaan prima,” kata Nugroho Jati.

Indonesia Walk for Peace sendiri merupakan sebuah ritual perjalanan spiritual lintas daerah atau yang dikenal sebagai Thudong.

Kegiatan ini memiliki tujuan untuk menyebarkan semangat perdamaian serta nilai kemanusiaan dalam rangka menyambut hari raya Waisak.

Ke-50 biksu yang telah mendarat di Bali ini akan menempuh jarak ribuan kilometer dengan cara berjalan kaki melintasi kota-kota di Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga DI Yogyakarta.

Perjalanan spiritual panjang tersebut dijadwalkan akan berakhir di Candi Borobudur yang terletak di Magelang.

Guna mendukung misi kampanye perdamaian itu, Nugroho Jati menegaskan komitmen bandara untuk menghadirkan pelayanan inklusif bagi berbagai kegiatan internasional.

Hal ini mencakup dukungan terhadap kegiatan budaya maupun spiritual yang memberikan dampak positif bagi masyarakat serta sektor pariwisata di Bali.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati