Pakar ITB Ungkap Penyebab Mobil Sering Mogok di Perlintasan Kereta Api
JAKARTA – Ahli ITB membedah penyebab teknis mobil mogok di perlintasan kereta api, mulai dari gangguan elektromagnetik pada ECU hingga masalah elevasi rel yang tidak rata.
Sejumlah insiden tragis yang terjadi belakangan ini memicu para pakar otomotif untuk meninjau kembali kelaikan teknis kendaraan saat melintasi jalur rel.
Agus Purwadi menjabarkan adanya potensi interaksi negatif antara medan magnet di jalur kereta listrik dengan komponen vital pada kendaraan bermotor.
Hal ini menjadi perhatian serius karena gangguan tersebut dapat menyerang mobil listrik maupun kendaraan konvensional yang menggunakan sistem kendali komputer.
“Kalau potensi pengaruh gangguan medan magnetik yang ada jalur KA listrik bisa (terjadi) pada mobil EV (Electric Vehicle) ataupun pada ECU (Electronic Control Unit) di mobil BBM,” ujar Agus di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Yannes Martinus Pasaribu berpendapat bahwa desain fisik jalan di sekitar rel sering kali memaksa pengemudi melakukan pengereman mendadak yang berisiko.
Kondisi infrastruktur yang memiliki perbedaan ketinggian cukup ekstrem dapat mengakibatkan mesin kehilangan momentum tenaga secara tiba-tiba.
Jika putaran mesin atau RPM merosot di bawah ambang batas normal, kendaraan kemungkinan besar akan mengalami mati mesin di tengah lintasan sebidang.
Selain aspek mekanis, faktor psikologis pengemudi saat menghadapi situasi darurat di atas rel turut memegang peranan kunci dalam keselamatan.
Kepanikan sering kali membuat respons motorik seseorang menjadi tidak akurat saat harus mengoperasikan gigi transmisi atau pedal gas.
Edukasi mengenai kedisiplinan berhenti sejenak sebelum menyeberang rel tetap menjadi solusi paling efektif untuk menghindari benturan dengan kereta api.