Imbas Avtur Mahal, Delta Pangkas Layanan Makanan di Ratusan Jadwal

Ilustrasi Makanan di Pesawat
Senin, 11 Mei 2026 | 09:15:07 WIB

JAKARTA - Lonjakan harga bahan bakar pesawat atau avtur mulai memberikan pengaruh terhadap kualitas layanan penerbangan.

Salah satu perusahaan penerbangan bahkan menetapkan kebijakan untuk meniadakan makanan ringan serta minuman cuma-cuma pada ratusan rute jarak pendek.

Maskapai Delta Air Lines, yang menyandang status sebagai salah satu maskapai terbesar di Amerika Serikat, mengabarkan penghentian fasilitas kudapan dan minuman gratis untuk penerbangan dengan jarak di bawah 350 mil atau sekitar 563 kilometer mulai 19 Mei 2026.

Mengutip dari The Independent, para penumpang pada rute singkat tersebut nantinya tidak akan lagi mendapatkan soda maupun camilan gratis seperti biasanya.

Beberapa rute domestik yang diperkirakan akan terdampak meliputi Los Angeles–San Francisco, New York–Boston, Detroit–St Louis, sampai New York (JFK)–Memphis.

Di sisi lain, penerbangan dengan jarak 350 mil ke atas justru akan memperoleh perbaikan layanan berupa pilihan camilan dan minuman yang lebih lengkap.

Aturan tersebut tidak menyasar kabin mewah Delta First yang tetap mendapatkan fasilitas secara penuh.

Perwakilan Delta menyebutkan bahwa penyesuaian dilakukan demi mewujudkan pengalaman layanan yang lebih selaras di seluruh rantai penerbangan maskapai itu.

“Bahkan pada sejumlah kecil penerbangan tanpa layanan minuman, awak kabin kami akan tetap hadir dan fokus melayani pelanggan,” kata pihak Delta.

Kurang lebih 14 persen dari jadwal terbang harian Delta akan berpindah ke layanan penuh, sementara 9 persen lainnya justru mengalami penyusutan layanan.

Dengan rata-rata 5.500 jadwal terbang tiap harinya, pergeseran ini berarti lebih dari 700 penerbangan harian akan mendapatkan layanan lengkap dan hampir 500 penerbangan tidak lagi menyuguhkan fasilitas camilan maupun minuman.

Selain mengurangi fasilitas dalam pesawat, Delta sebelumnya juga sudah menaikkan tarif bagasi tercatat.

Sejak April 2026, biaya untuk bagasi pertama melonjak menjadi 45 dollar AS, bagasi kedua menjadi 55 dollar AS, dan bagasi ketiga menyentuh angka 200 dollar AS.

Pihak Delta menyatakan penyesuaian itu dikerjakan sebagai bagian dari tinjauan bisnis di tengah pergeseran situasi global serta dinamika sektor penerbangan.

Menurut data Argus Media’s U.S. Jet Fuel Index, harga bahan bakar jet di kota-kota besar Amerika Serikat merangkak naik dari sekitar 2,50 dollar AS per galon sebelum konflik Iran menjadi sekitar 4,13 dollar AS per galon pada akhir pekan kemarin.

Meski tarif tiket pesawat ikut meroket, beberapa pengamat perjalanan menganjurkan pelancong untuk memesan tiket lebih dini sebelum harga kembali membumbung tinggi

Reporter: Ganis Akjul Karyawati