Spanyol Evakuasi Penumpang Kapal MV Hondius Setelah Terkena Hantavirus

Evakuasi Penumpang Kapal MV Hondius
Senin, 11 Mei 2026 | 09:15:07 WIB

SPANYOL - Otoritas Spanyol memulai tahapan evakuasi terhadap para penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terpapar wabah hantavirus usai kapal tersebut bersandar di wilayah Tenerife, Kepulauan Canary, pada Minggu (10/5/2026).

Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, menjelaskan bahwa proses evakuasi berjalan dengan semestinya dan sampai sekarang seluruh penumpang tidak memperlihatkan gejala sakit atau bersifat tanpa gejala.

Lewat pengamatan kamera dari kejauhan, nampak para penumpang menempati area dek serta jendela kapal dengan memakai masker medis.

Mengutip laporan BBC, pada tahap awal evakuasi, sejumlah individu terlihat menaiki kapal pemindah dengan aturan jaga jarak sembari merekam perjalanan menuju daratan.

Sesampainya di pelabuhan, mereka segera disambut oleh barisan petugas yang mengenakan alat pelindung diri lengkap berwarna putih.

Tahapan pemindahan dikerjakan secara berkala memakai kapal-kapal kecil yang dipisahkan menurut kewarganegaraan masing-masing.

Para penumpang selanjutnya diangkut menggunakan bus menuju bandar udara untuk diterbangkan ke negara asal melalui penerbangan khusus.

Dokumentasi di area bandara menunjukkan petugas mendampingi penumpang memakai baju hazmat sebelum disemprot disinfektan saat akan masuk ke dalam pesawat.

Sejumlah 14 warga negara Spanyol menjadi kelompok pertama yang dievakuasi, diikuti oleh warga Belanda, Yunani, Jerman, serta awak kapal, sementara jadwal terbang terakhir ke Australia disiapkan pada hari Senin.

Kapal MV Hondius sendiri sampai di Pelabuhan Granadilla sebelum waktu fajar pada Minggu (10/5/2026), tepat satu bulan pasca laporan kasus kematian perdana di atas kapal.

Pada pagi hari, kapal itu terlihat bersandar dengan penjagaan ketat polisi militer sementara tim di darat sudah bersiap menurunkan lebih dari 100 orang.

Tim kesehatan mulai memasuki kapal sekitar pukul 07.00 waktu setempat untuk melakukan pengecekan kondisi medis seluruh penumpang.

Pihak berwenang Spanyol menentukan zona aman sejauh satu mil laut di sekitar kapal agar kapal tidak langsung bersandar di dermaga pelabuhan.

Di darat, Rumah Sakit Candelaria di Tenerife sudah menyiagakan puluhan dokter intensif guna berjaga-jaga jika ada penumpang yang kondisinya menurun.

Disediakan pula ruang isolasi khusus yang sudah dibekali dengan ventilator serta sarana penanganan penyakit menular lainnya.

“Kami benar-benar siap,” kata kepala dokter intensif Mar Martín.

Mar Martín memberikan penekanan bahwa walaupun tim medis belum pernah menangani hantavirus, mereka sudah berpengalaman menghadapi virus dengan komplikasi serupa.

Menteri Kesehatan Spanyol menganggap operasi ini sebagai tindakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya lantaran tingkat kerumitan dan cakupan internasionalnya.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang hadir di lokasi melontarkan pujian atas tanggapan pemerintah Spanyol yang terintegrasi dengan baik.

Merujuk Reuters, ia meminta agar masyarakat tidak panik walaupun rasa cemas adalah hal yang wajar pasca pandemi Covid-19.

Pihak WHO memberikan penegasan bahwa risiko penularan secara luas masih tergolong rendah, namun para penumpang tetap ditangani sebagai kontak dengan risiko tinggi.

Wabah ini diprediksi berasal dari tempat pembuangan sampah di Argentina yang menjadi sarang tikus pembawa virus Andes.

Sampai saat ini, dilaporkan ada tiga orang penumpang yang dinyatakan meninggal dunia akibat wabah di dalam kapal pesiar tersebut.

Walaupun evakuasi dikerjakan dengan protokol yang sangat disiplin, bagi para penumpang, hal ini merupakan akhir dari ketidakpastian lama di laut meski harus melewati masa karantina di darat.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati