Zulhas Ungkap Penyebab Sulitnya Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas)
Senin, 11 Mei 2026 | 09:15:07 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memaparkan bahwa persoalan sampah yang tidak kunjung selesai menjadi perhatian serius bagi Presiden Prabowo Subianto mengingat isu tersebut telah menetap dalam waktu lama.

"Permasalahan sampah menjadi kerisauan yang mendalam bagi Bapak Presiden. Di mana-mana ada sampah, Presiden risau kalau mau menjadi bangsa yang hebat dan maju, masa mengelola sampah saja tidak bisa," kata Zulhas saat memberi sambutan pada acara Gerakan Pilah Sampah sekaligus pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Minggu (10/5) seperti dilansir Antara.

Zulhas memandang bahwa variasi teknologi untuk mengelola sampah sebenarnya sudah sangat banyak, namun implementasinya terhambat oleh banyaknya aturan yang mengikat.

Zulhas menjelaskan bahwa selama periode 11 tahun, tercatat hanya ada dua proyek pengolahan sampah dengan teknologi modern yang berhasil mendapatkan izin.

Dari kedua proyek tersebut, satu unit tidak mampu beroperasi dan satu unit lainnya hanya berjalan secara tidak stabil.

Zulhas menegaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh alur perizinan pendirian lokasi pengolahan sampah yang dianggap terlalu berbelit-belit.

"Kami merumuskan ada aturan yang begitu panjang, kalau menyelesaikan satu persoalan sampah itu terlalu panjang. Karena itu terbitlah Perpres (Peraturan Presiden) No 109 tahun 2025 untuk memangkas perizinan," ujarnya.

Zulhas memaparkan bahwa saat ini pemerintah sedang berupaya menangani dilema sampah di 71 kota dari 22 daerah aglomerasi yang berstatus darurat sampah.

Terdapat beberapa wilayah yang kini masuk ke dalam kategori darurat sampah, seperti Tangerang Selatan, Bandung, Bantargebang, serta sejumlah kota lainnya.

"Yang darurat seperti Bantargebang, Bandung, Tangsel, kami akan selesaikan pada 2028," kata Zulhas.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan secara formal Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival Pedestrian, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026) pagi.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mencetuskan Gerakan Pilah Sampah dengan tema "Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih".

“Pencanangan HUT ke-499 sengaja diadakan di tempat ini sebagai bagian untuk menunjukkan kepada masyarakat Jakarta bahwa Jakarta saat ini sedang berbenah. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional, serta hingga hari ini masih menyandang status sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia,” ujar Pramono dalam sambutannya.

Pramono memiliki pendapat bahwa alur pembangunan Jakarta tidak mungkin hanya dibebankan kepada pihak pemerintah saja.

Pramono menilai masalah sampah menuntut adanya kolaborasi dari segenap elemen masyarakat.

Melalui Gerakan Pilah Sampah, Pramono mengajak penduduk untuk mengawali pemisahan sampah mulai dari rumah demi memperkecil beban di lokasi pembuangan akhir.

“Maka hari ini, sesuai instruksi gubernur, kami akan mengadakan gerakan pilah sampah. Saya yakin, di bawah arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Menko Pangan, gerakan ini bisa dijalankan secara sungguh-sungguh. Semoga ini menjadi gerakan baru di Jakarta dan persoalan sampah yang selama ini belum terselesaikan dapat diatasi,” tegasnya.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati