Kisah Wisudawan Tuli Unpad: Bukti Kampus Kini Semakin Inklusif

Hasbi, Wisudawan Tuli Unpad Buktikan Disabilitas Bukan Penghalang
Senin, 11 Mei 2026 | 09:15:14 WIB

JAKARTA - Teman Tuli saat ini tidak perlu merasa ragu lagi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas karena lingkungan kampus yang semakin inklusif.

Hal tersebut disampaikan oleh Hasbi Ridla Ilahi, seorang lulusan Tuli yang sukses menuntaskan studinya di prodi Kearsipan Digital Universitas Padjadjaran (Unpad) pada Selasa, 5 Mei 2026.

“Bagi saya seorang Tuli, informasi sangat sulit saya dapatkan. Banyak tantangan yang saya hadapi, mengalami sejumlah hambatan dalam mengikuti perkuliahan di awal. Ada rasa ingin mundur karena merasa tidak sesuai. Saya merasa tidak cocok berada di sini,” ujar Hasbi dalam pidato wisuda seperti diinterpretasi Juru Bahasa Isyarat (JBI) Fransisca Octi mengutip laman resmi, Sabtu (9/5/2026).

Namun, Hasbi menjelaskan bahwa pihak universitas ternyata sangat peduli terhadap aspek aksesibilitas yang ia butuhkan.

Tersedia fasilitas bahasa isyarat serta bantuan JBI yang mendampinginya dalam memahami informasi, baik di dalam maupun di luar ruang kelas.

Hasbi menjadi wisudawan Tuli pertama yang memperoleh kesempatan menyampaikan pidato mewakili seluruh wisudawan di kampus tersebut.

Lewat pidatonya, ia memberikan apresiasi tinggi kepada dosen dan sesama mahasiswa yang mendukungnya selama kuliah, sekaligus berterima kasih kepada semua pihak yang telah memfasilitasi kebutuhan aksesibilitas.

Hasbi juga mengajak para orang tua dan masyarakat untuk terus memberikan dukungan serta membuka peluang bagi teman disabilitas agar memperoleh hak pendidikan yang lebih layak.

“Saya Tuli, saya bisa wisuda hari ini, dan saya bangga bisa wisuda bersama teman-teman semua,” ungkap Hasbi.

Pada momen yang sama, Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menekankan bahwa instansinya mendidik lulusan bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pencipta nilai.

Ia berharap para lulusan tidak sekadar mengikuti perubahan, melainkan mampu menjadi pemimpin perubahan dan mempunyai kompetensi yang setara di level global.

“Teruslah belajar dan beradaptasi, jagalah integritas dalam dunia yang penuh tekanan, dan jadikan pengabdian sebagai orientasi,” pesan Rektor ketika melantik 2.028 wisudawan.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati