Satgas MBG Bangkalan Dorong Percepatan Izin 85 Dapur yang Tertahan
BANGKALAN - Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur menyampaikan peringatan kepada pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut untuk segera memenuhi kelengkapan izin operasional.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Bangkalan Bambang Budi Mustika menyebutkan bahwa berdasarkan pantauan hingga 10 Mei 2026, tercatat baru 112 dari total 179 dapur MBG yang telah beroperasi, sedangkan 85 dapur lainnya masih terkendala.
"Penyebabnya, karena dapur-dapur yang belum beroperasi ini belum mengantongi izin operasional lengkap," katanya.
Selain persoalan izin, dari total 179 dapur MBG, baru ada 129 dapur yang memiliki ID atau kode registrasi resmi dari Badan Gizi Nasional.
Sementara itu, terdapat 50 dapur lainnya yang dilaporkan belum mempunyai kode tersebut.
Persoalan lain yang berhasil diidentifikasi oleh Satgas MBG terkait kesiapan SPPG adalah belum tersedianya bangunan dapur yang bersifat permanen.
"Dari 179 dapur yang terdata, ada sebanyak 68 SPPG yang belum memiliki dapur permanen, atau masih dalam proses pembangunan, sehingga hal ini juga menjadi kendala beroperasinya dapur MBG di Bangkalan ini," katanya.
Bambang Budi Mustika menjelaskan lebih mendalam bahwa total penerima manfaat dari program MBG di Kabupaten Bangkalan menyentuh angka 328 ribu jiwa.
Para penerima tersebut berada di 273 desa serta delapan kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan di seluruh wilayah Bangkalan.
"Para penerima manfaat ini terdiri atas siswa di berbagai lembaga pendidikan, ibu hamil dan ibu menyusui, serta anak balita non-PAUD," katanya.
Terkait masalah perizinan dan minimnya sarana prasarana ini, Bambang mengatakan pihaknya telah melakukan langkah pendekatan kepada pengelola agar pengurusan administrasi dipercepat.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan instansi dinas terkait untuk membantu, karena program MBG ini merupakan program prioritas pemerintah," katanya