Kasus Hantavirus di Indonesia: 23 Orang Terpapar dan 3 Meninggal Dunia

Ilustrasi Hanta Virus (Sumber: NET)
Selasa, 12 Mei 2026 | 16:14:43 WIB

JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI memberikan konfirmasi mengenai penemuan 23 kasus hantavirus tipe seoul virus dalam kurun waktu tiga tahun belakangan.

Tiga orang di antara seluruh warga yang terinfeksi dilaporkan telah meninggal dunia.

Tingkat fatalitas kasus atau case fatality rate (CFR) terdata menyentuh angka yang lumayan tinggi, yakni sebesar 13 persen.

Menginjak tahun 2026, tercatat terdapat penambahan lima kasus baru, sementara pasien lainnya sudah dinyatakan pulih.

DKI Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah laporan kasus tertinggi, dengan detail sebaran yakni: Sumatera Barat (1), Banten (1), DKI Jakarta (6), Jawa Barat (5), Jawa Timur (1), DIY (6), NTT (1), Kalimantan Barat (1), serta Sulawesi Utara (1).

Mengenai pihak yang berisiko tertular, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman memaparkan "mereka yang bekerja sebagai petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, pengendali hama, pembersih selokan, hingga pekerja lab yang menangani reservoir, karena kerap melakukan kontak langsung dengan tikus."

Penularan tersebut dapat berlangsung lewat gigitan, eksresi, maupun sekresi seperti saliva, urine, feses, hingga aerosol dari hirupan debu yang terkontaminasi.

Akan tetapi, Aji menjamin sampai sekarang belum terdapat laporan kasus hantavirus yang menular antarmanusia di Indonesia, selayaknya fenomena Andes virus di kapal pesiar mewah MV Hondius. "sejauh ini belum ada Hantavirus yang menular antarmanusia di Indonesia, seperti yang terlaporkan pada kapal pesiar mewah MV Hondius, yakni jenis Andes virus." tuturnya.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati