Pemprov Banten Normalisasi Situ Bulakan Guna Cegah Banjir Tangerang

Kegiatan pengerukan sedimentasi di Situ Bulakan Periuk Kota Tangerang oleh Pemprov Banten dalam mencegah luapan. (Sumber: NET)
Jumat, 15 Mei 2026 | 09:31:03 WIB

TANGERANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melaksanakan normalisasi Situ Bulakan di Kota Tangerang selama 20 hari dengan memprioritaskan pengerukan lumpur guna mengantisipasi sedimentasi alami serta memperluas daya tampung air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni menyebutkan bahwa pengerjaan normalisasi tersebut diinisiasi oleh Pemprov Banten sebagai langkah preventif dalam mencegah banjir.

Ia menambahkan bahwa program ini juga mencakup pembersihan saluran masuk dan keluar guna memastikan distribusi air tetap terkendali, khususnya saat intensitas hujan meningkat.

"Kami berharap upaya normalisasi ini berjalan lancar sesuai dengan target yang ditentukan, yakni selama 20 hari ke depan terus dilakukan secara maksimal," ujar Taufik dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Jumat (15/5/2026) melansir Antara.

Pemerintah Kota Tangerang pun sangat mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam memperkuat mitigasi banjir dengan cara menjaga kebersihan serta merawat infrastruktur pengontrol air di lingkungan masing-masing.

"Kami sudah siagakan pompa dan juga petugas. Selanjutnya, peran aktif warga menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan," jelas Taufik.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan bahwa kondisi pendangkalan di Situ Bulakan telah memicu luapan air yang merendam akses jalan hingga kawasan permukiman warga.

Gubernur Banten Andra Soni dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu menyatakan telah merancang langkah strategis untuk menanggulangi masalah banjir di wilayah Tangerang Raya.

Pemprov Banten bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS Ciliwung Cisadane) beserta pemerintah daerah setempat telah bersepakat menjalankan program yang berdampak langsung bagi warga, salah satunya lewat normalisasi sungai.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati