Respons GRIB Jaya Usai Hercules Dilaporkan Terkait Dugaan Penyekapan

Rosario de Marshall alias Hercules. (Sumber: NET)
Senin, 25 Mei 2026 | 11:03:05 WIB

JAKARTA - Ormas GRIB Jaya memberikan tanggapan mengenai laporan yang dilayangkan oleh anak penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, terhadap Ketum GRIB Jaya Rosario de Marshall atau yang akrab disapa Hercules di Polda Metro Jaya.

Pihak GRIB Jaya menilai bahwa aduan yang diajukan oleh Ilma mengenai dugaan tindakan penyekapan kepada aparat kepolisian tersebut sama sekali tidak berlandaskan fakta yang ada.

"Kalau pihak mereka terus memutarbalikkan fakta dengan narasi sandera atau penculikan, itu jelas sangat mengada-ada dan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin ada penyanderaan? Publik kan tahu betul siapa Pak Hercules," ujar juru bicara GRIB Jaya, Macelinus, kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

Macelinus menjelaskan bahwa Hercules merupakan sosok individu yang penuh rasa kemanusiaan.

Oleh sebab itu, menurut pandangannya, sangat tidak mungkin apabila Hercules sampai hati untuk melakukan penyekapan terhadap seseorang.

"Beliau itu figur yang sangat sosial, humanis, dan selama ini dikenal sangat dekat serta menyayangi anak-anak yatim piatu. Karakter beliau jauh sekali dari tuduhan keji seperti itu," ungkapnya.

Lebih lanjut, Macelinus memaparkan bahwa tindakan Hercules sebenarnya semata-mata hanya memberikan petuah dan nasihat kepada Ilma.

Dirinya menyebutkan bahwa Hercules mengimbau agar ayah dari Ilma bersedia memikul tanggung jawab atas permasalahan yang terjadi.

"Fakta sebenarnya di lapangan, Pak Hercules itu justru menasihati anak Ahmad Bahar secara baik-baik, layaknya orang tua kepada anaknya. Beliau memberikan edukasi dan pandangan agar anak tersebut paham duduk perkaranya, sekaligus meminta agar ayahnya bisa bersikap gentleman dan bertanggung jawab," ungkap dia.

Di samping hal tersebut, Macelinus meminta agar seluruh pihak menelisik kembali akar permasalahan utama yang memicu terjadinya peristiwa ini.

Macelinus meyakini bahwa tuduhan yang berkembang saat ini hanyalah sebuah bentuk pemutarbalikan situasi yang sebenarnya terjadi.

"Jangan diputarbalikkan seolah-olah mereka korbannya. Ada fakta hukum yang tidak bisa dibantah, yaitu handphone milik anak Ahmad Bahar itu dipakai untuk mengirimkan video provokasi dan ancaman langsung ke nomor pribadi istrinya Pak Hercules," ucapnya.

"Tindakan ini sudah keterlaluan karena menyerang ranah domestik dan merusak ketenangan keluarga orang lain. Jadi, janganlah mereka sekarang sengaja menggiring opini liar dan playing victim untuk mencari simpati publik, padahal rekam jejak digitalnya jelas menunjukkan siapa yang memulai teror ini," imbuh dia.

Putri dari penulis Ahmad Bahar, yakni Ilma Sani Fitriana, sebelumnya diketahui sempat didatangi oleh sejumlah anggota dari ormas GRIB Jaya, yang kemudian berujung pada pelaporan Hercules ke pihak Polda Metro Jaya.

Laporan polisi tersebut dibuat atas dasar adanya dugaan tindakan penyekapan yang menimpa Ilma pada akhir pekan yang lalu.

Pelaporan resmi tersebut kini telah terdaftar dengan nomor registrasi STTLP/B/3678/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada tanggal 22 Mei 2026.

Saat melakukan proses pelaporan tersebut, Ilma tampak hadir dengan didampingi oleh tim penasihat hukumnya.

"Bagi kami, ini sudah masuk kepada tindak pidana, ya. Tindak pidana termasuk, ya, penyanderaan, kemudian penculikan, ancaman verbal, kemudian penggunaan senjata api dan segala macam. Itu yang pertama," kata pengacara Ilma, Gufroni, kepada wartawan seusai pelaporan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

Tidak hanya itu saja, Gufroni menyampaikan bahwa kliennya juga turut melaporkan perkara terkait pembajakan atau peretasan pada akun aplikasi pesan singkat WhatsApp miliknya.

Aduan mengenai peretasan itu tercatat melalui nomor registrasi STTLP/B/3679/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA yang diterbitkan pada tanggal 22 Mei 2026.

"Memang sebelum hari Minggu itu memang sudah ada, apa namanya, operasi ya, sehingga handphone-nya tidak bisa digunakan. Jadi sudah berupaya untuk, apa namanya, ke pelayanan ya, untuk meminta bantuan untuk supaya bisa dipulihkan handphone-nya dan seterusnya," katanya.

Di sisi lain, perseteruan antara penulis buku bernama Ahmad Bahar dengan para anggota dari ormas GRIB Jaya ini dikabarkan telah berhasil diselesaikan lewat jalur kekeluargaan dan perdamaian.

Sebelumnya, kediaman pribadi milik Ahmad Bahar yang terletak di wilayah Kota Depok, Jawa Barat, memang sempat didatangi oleh rombongan anggota GRIB Jaya.

Rumah tinggal Ahmad Bahar di kawasan Cimanggis, Depok tersebut mula-mula disambangi oleh pihak GRIB Jaya pada hari Jumat (15/5/2026).

Pada momen pertemuan perdana tersebut, para anggota GRIB Jaya yang hadir telah menerima penjelasan secara langsung.

Ketegangan ini disinyalir bersumber dari adanya pembajakan terhadap nomor telepon seluler milik Ahmad Bahar beserta milik putrinya.

Pasca-tindakan peretasan tersebut, nomor telepon itu disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengirimkan pesan singkat berisi ancaman yang ditujukan kepada Hercules beserta sang istri.

Selain permasalahan pesan ancaman, polemik ini kian meruncing lantaran menyebarnya rekaman video di jagat media sosial yang mencantumkan nama Ahmad Bahar.

Tayangan video yang beredar luas tersebut dinilai telah menyinggung serta menyudutkan pihak keluarga Hercules.

Kondisi inilah yang mendorong para anggota GRIB Jaya untuk kembali mendatangi rumah Ahmad Bahar pada hari Minggu (17/5/2026).

Kedatangan kedua ini dimaksudkan agar Ahmad Bahar dapat memberikan klarifikasi secara langsung di hadapan Hercules mengenai isu pembajakan nomor telepon serta penyebaran video provokatif di media sosial tersebut.

"HP saya dan HP anak saya di-hack, bahasa lainnya dikloning. Sehingga ada video-video tertentu yang itu bukan punya saya. Itu barangkali yang menjadi sumber pemicu kesalahpahaman," kata Ahmad Bahar, Selasa (19/5/2026).

Reporter: Ganis Akjul Karyawati