Dusun Krajan Banjarnegara Diprediksi Kembali Banjir Daging Kurban

Kondisi GOR di Dusun Krajan, Desa Batur Banjarnegara.(Sumber:NET)
Selasa, 26 Mei 2026 | 12:02:57 WIB

BANJARNEGARA - Akumulasi volume perolehan daging kurban di Dusun Krajan yang berlokasi di Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara sudah sangat tersohor selalu melimpah ruah di setiap tahunnya.

Pihak panitia memberikan perkiraan, pada tahun ini pasokan komoditas daging kambing bakal jauh lebih mendominasi ketimbang perolehan daging sapi.

Hal tersebut dibeberkan secara langsung oleh Sekretaris Panitia Kurban Krajan, Fauzi Santoso.

Santoso mengutarakan, institusinya hingga saat ini masih belum melangsungkan proses penghitungan terhadap total jumlah hewan kurban yang sudah masuk dalam daftar data.

"Belum ada (data hewan kurban) yang masuk. (Diprediksi) banyak yang tadinya kurban lembu, tahun ini pindah ke kambing," jelas Fauzi saat dihubungi detikJateng, Senin (25/5/2026).

Santoso menjabarkan alasan utama di balik potensi besarnya animo masyarakat yang menjatuhkan pilihan untuk berkurban hewan kambing.

Ia menuturkan, nilai jual kuota satu ekor kambing dinilai jauh lebih ramah bagi kondisi kantong masyarakat ketimbang membeli sapi.

"Sekarang untuk harga kambing Rp 2,5 juta itu sudah bagus, sudah besar. Kalau sapi itu ya kayak sekitar paling kecil, per orang sekitar Rp 3 juta. Jadi kalau perkiraan harga sapinya sekitar Rp 28 juta," jelasnya.

Menengok pada catatan data di tahun lalu, akumulasi kambing yang dipotong untuk keperluan kurban sukses menembus angka hingga ratusan ekor.

Di sudut lain, untuk akumulasi total kurban sapi bertengger di angka puluhan ekor saja.

"Kalau tahun kemarin kan kambingnya 280, lembunya itu 64," sebutnya.

Lebih jauh dari itu, Santoso mengimbuhkan, sebagian besar dari jumlah penduduk di daerahnya menggantungkan roda ekonomi dengan bermata pencaharian sebagai petani.

Apabila nilai jual dari hasil panen komoditas sayur sedang merosot, hal tersebut dipastikan bakal berimbas pada tingkat pendapatan masyarakat sekaligus angka partisipasi kurban.

"Kalau di sini mayoritas petani. Kalau harga sayur kurang bagus itu tetap pengaruh juga. Walaupun itu tetap mau berkurban, walaupun dengan kambing, yang biasa pakai lembu," jelasnya.

Kendati demikian, Santoso tetap memelihara rasa optimis bahwa akumulasi total daging kurban pada periode tahun ini minimal sanggup setara dengan torehan capaian di tahun 2025 lalu.

Adapun catatan volume daging kurban di kawasan Batur pada kurun periode tahun 2025 sukses menyentuh angka sebesar 25 ton.

"Kalau tahun kemarin sekitar 25 ton. (Diprediksi tahun ini jumlah daging kurban setidaknya sama dengan tahun kemarin?) Iya, insyaallah," sebutnya.

Guna menyambut jalannya agenda kurban tahun 2026 di Banjar, pihak panitia pun sudah menentukan titik lokasi yang bakal dijadikan sebagai pusat pengumpulan daging.

Sementara itu, untuk aktivitas proses penyembelihan hewan kurban bakal dilangsungkan di tiap-tiap area musala hingga kawasan lapangan terbuka.

"Nanti tempat pengumpulan dagingnya di gedung Muhammadiyah. (Penyembelihan hewan kurban) Di masing-masing musala, masjid, di lapangan ada," pungkasnya.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati