Kombes Maruli: Dua Anggota Brimob Dibacok 11 Debt Collector

Ilustrasi pengeroyokan. (Sumber: NET)
Kamis, 04 Juni 2026 | 11:33:58 WIB

SERANG - Insiden pembacokan oleh penagih utang atau mata elang (matel) berlangsung di Serang, Banten.

Pihak yang menjadi korban dalam insiden ini merupakan dua orang anggota Brimob Polda Banten.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, memaparkan aksi pembacokan berlangsung pada Selasa (2/6) malam.

Sebelum insiden pecah, sempat berlangsung adu mulut antara penagih utang dan dua anggota Brimob tersebut.

"Dari sore mereka sudah mengintai. Kemudian ada personel kami yang berdebat, lalu datang menyusul rekan-rekan debt collector itu sehingga berjumlah 11 orang dan melakukan penganiayaan serta pembacokan terhadap personel kami dari Satbrimob," ujar Maruli, Rabu (3/6/2026).

Ia menuturkan dua anggota Brimob menderita luka sabetan dari senjata tajam.

Keduanya mesti memperoleh perawatan medis sesudah insiden tersebut berlangsung.

"Korban dari personel Brimob itu mengalami luka sabetan di tangan kanan dan luka di bagian kepala," katanya.

Para komplotan itu lantas melarikan diri dengan melarikan kendaraan Avanza yang tadinya dipakai anggota Brimob serta satu unit kendaraan Fortuner.

Teman sejawat anggota Brimob yang menjadi korban lantas berdatangan menuju tempat kejadian.

"Kemudian korban mundur dan teman-temannya datang. Masyarakat yang melihat adanya korban pembacokan juga ikut membantu melakukan pengejaran," ucap Maruli.

Sesudah diburu, dua komplotan dapat diringkus di dekat Gerbang Tol Serang Barat.

Keduanya sempat menjadi sasaran amukan masyarakat.

"Di situ terjadi spontanitas tarik-menarik, kemudian diteriaki oleh masyarakat karena masyarakat juga ikut mengejar. Mungkin masyarakat geram saat itu," kata Maruli.

"Kami berhasil mengamankan yang bersangkutan saat melarikan diri. Mereka berhasil dikejar dan diamankan," lanjutnya.

Ia menyampaikan dua komplotan digelandang menuju Polda Banten guna menempuh proses pemeriksaan lebih mendalam.

Keduanya pun menderita luka-luka sesudah sempat menjadi sasaran luapan emosi masyarakat.

"Dua orang sudah berhasil diamankan dan saat ini masih dalam proses pengembangan. Dua orang itu sudah ditahan di Ditreskrimum Polda Banten," ujar Maruli.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati