Bulog Lampung Salurkan Hampir 5.500 Ton Beras Program SPHP

Kegiatan pengawasan distribusi pasokan beras oleh Bulog Lampung. (Sumber: NET)
Senin, 08 Juni 2026 | 10:03:36 WIB

BANDARLAMPUNG - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung mengumumkan bahwa sebanyak 5.443.750 kilogram beras dari agenda stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sudah didistribusikan ke 15 kabupaten serta kota di wilayah Provinsi Lampung.

"Bulog Kanwil Lampung hingga saat ini terus mengoptimalkan penyaluran beras salah satunya melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP)," ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung Rindo Safutra berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Minggu.

Ia menuturkan sampai dengan periode sekarang, pihaknya sudah menggelontorkan 5.443.750 kilogram beras agenda stabilisasi pasokan dan harga pangan ke pelbagai daerah di Provinsi Lampung.

"Beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan tersebut disalurkan melalui berbagai saluran distribusi resmi, antara lain pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, serta jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah," katanya.

Ia menguraikan bahwa agenda tersebut berfungsi menjadi salah satu sarana krusial bagi pihak eksekutif dalam mengontrol keterjangkauan nilai jual beras untuk konsumsi warga.

"Beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan ini merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat serta perluas, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat," ucap dia.

Berdasarkan pandangannya, pihak otoritas menilai jika perpaduan antara langkah akselerasi pendistribusian bantuan pangan serta penyaluran beras agenda stabilisasi pasokan dan harga pangan menjadi tindakan yang berdaya guna dalam memelihara keseimbangan stok serta nilai jual komoditas pangan di pasar.

"Dengan dukungan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memadai serta jaringan distribusi yang luas, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan," tambahnya.

Ia pun menjamin seluruh Cadangan Beras Pemerintah yang berada dalam pengelolaan mempunyai kondisi yang aman, memiliki mutu yang bagus, sekaligus siap sedia dimanfaatkan kapan saja guna menyokong regulasi stabilitas pangan domestik ataupun penanggulangan keadaan darurat seandainya dibutuhkan.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena ketersediaan pangan, khususnya beras, dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga pangan tetap stabil serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," ujar dia.

Ia mengutarakan bahwa instansinya pun bakal terus memperkokoh langkah stabilitas pangan domestik lewat akselerasi penyaluran Bantuan Pangan serta mengedarkan beras agenda stabilisasi pasokan dan harga pangan demi memelihara keterjangkauan nilai jual beras sekaligus mempertebal ketahanan pangan warga.

"Pemerintah melalui Bulog terus mengoptimalkan berbagai instrumen intervensi pangan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen. Salah satu langkah strategis yang saat ini dijalankan adalah percepatan distribusi bantuan pangan dan optimalisasi penyaluran beras SPHP di seluruh Provinsi Lampung," tambahnya.

Informasi yang dihimpun menunjukkan sampai dengan permulaan Juni 2026, ketersediaan stok beras tercatat berada di angka 306.583 ton yang teralokasikan di deretan tempat penyimpanan Bulog di Provinsi Lampung.

Ia memaparkan, ketahanan stok yang kokoh tersebut menjadi modal paling utama dalam menyokong pendistribusian bantuan pangan, pengadaan agenda SPHP, serta mengontrol stabilitas nilai jual dan pasokan beras bagi warga Lampung.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati