Pemprov Jabar Gandeng 700 Sekolah Swasta Gratis Melalui SPMB 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.(FOTO:NET)
Senin, 15 Juni 2026 | 13:26:20 WIB

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan 700 sekolah swasta kerja sama untuk menampung calon murid yang tidak lolos ke sekolah negeri dalam Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Jabar 2026.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, sekolah swasta kerja sama menjadi salah satu opsi bagi calon murid yang belum mendapat tempat di SMA/SMK negeri.

Menurut Dedi Mulyadi, calon murid tidak perlu terpaku pada sekolah negeri tertentu, terutama sekolah yang jumlah peminatnya sudah menumpuk.

Dedi Mulyadi meminta orangtua memanfaatkan sekolah negeri yang masih memiliki ruang, sekolah penyangga, sekolah terbuka, hingga sekolah swasta kerja sama.

Dedi Mulyadi mengatakan, SPMB Jabar 2026 telah memasuki pendaftaran tahap pertama.

Pendaftaran SPMB Jabar 2026 dibuka mulai 15 Juni hingga 14 Juli 2026.

"Seluruh orang tua siswa hari ini tidak perlu repot lagi untuk daftar, karena SPMB dibuka dari 15 Juni sampai 14 Juli 2026," tutur Dedi Mulyadi, dikutip dari TikTok pribadinya, Senin (15/6/2026).

Dedi Mulyadi menjelaskan, calon murid yang sebelumnya sudah terdaftar di SMA/SMK/sederajat negeri dalam proses Pemetaan Calon Murid Baru atau PCMB tinggal melanjutkan prosedur dalam SPMB.

"Selanjutnya, nama-nama tersebut (jika) persyaratannya sudah lengkap, di SPMB ini tinggal klik saja sesuai dengan petunjuk teknis yang ada di aplikasi," ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menyebut, berdasarkan data pemetaan yang dimiliki pemerintah, masih ada sejumlah sekolah negeri yang belum cukup peminat.

Kondisi itu dapat dimanfaatkan oleh calon murid yang belum diterima di sekolah negeri tujuan sebelumnya.

"Kalau kemarin masih galau tidak keterima sekolah negeri, berdasarkan data pemataan yang kami miliki, ternyata masih banyak sekolah-sekolah negeri yang belum cukup peminatnya." "Manfaatkan ruang ini dengan baik, jangan keukeuh ke sekolah yang sudah numpuk pesertanya," ungkap Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengatakan, pemerintah menyiapkan beberapa pilihan bagi calon murid dalam SPMB Jabar 2026.

Pilihan tersebut mencakup sekolah negeri yang masih memiliki kuota, sekolah penyangga, sekolah terbuka, hingga sekolah swasta kerja sama.

Menurut Dedi Mulyadi, pilihan sekolah penyangga dapat dimanfaatkan oleh calon murid yang berada di wilayah perbatasan.

"Bagi yang wilayah perbatasan, nanti ada sekolah penyangga, manfaatkan, yang penting anak-anak kami sekolah."

Dedi Mulyadi juga meminta calon murid yang memiliki keterbatasan untuk hadir setiap hari ke sekolah agar memanfaatkan sekolah terbuka.

Menurut Dedi Mulyadi, sekolah terbuka tetap berstatus negeri dan dapat menjadi pilihan pendidikan yang layak.

"Bagi mereka yang anak-anaknya tidak bisa setiap hari ke sekolah, manfaatkan sekolah terbuka. Ini juga negeri, ijazah negeri, dan bisa jadi sekolah bergengsi," beber Dedi Mulyadi.

Khusus calon murid yang tidak tertampung di sekolah negeri, Pemprov Jabar menyiapkan jalur sekolah swasta kerja sama.

Dedi Mulyadi mengatakan, pemerintah provinsi akan menandatangani nota kesepahaman dengan 700 sekolah swasta.

"Bagi mereka yang pada akhirnya tidak bisa sekolah di negeri, bisa masuk ke swasta yang siang ini nota kesepahamannya ditandatangani." "Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Pendidikan, ada 700 sekolah swasta yang menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi," paparnya.

Dedi Mulyadi mengatakan, calon murid yang masuk ke sekolah swasta kerja sama tidak akan dipungut biaya oleh sekolah.

Menurut Dedi Mulyadi, biaya pendidikan akan ditanggung melalui skema beasiswa Pancawaluya.

"Kami nanti memasuki era di mana anak-anak sekolah negeri dan sekolah swasta yang kerja sama dengan pemerintah provinsi tidak dipungut biaya oleh sekolah." "Biayanya sudah diberikan dalam bentuk beasiswa Pancawaluya, sehingga kami memasuki sebuah era di mana negara bertanggung jawab atas pendidikan warganya," katanya.

SPMB Jabar 2026 dilaksanakan dalam dua tahap setelah proses PCMB.

Tahap pertama dimulai dengan registrasi, verifikasi, dan masa sanggah pada 15-19 Juni 2026.

Rapat dewan guru tahap pertama dijadwalkan pada 23 Juni 2026.

Pengumuman kelulusan tahap pertama dilakukan pada 24 Juni 2026.

Daftar ulang tahap pertama berlangsung pada 26-29 Juni 2026.

Registrasi SPMB tahap kedua dibuka pada 30 Juni hingga 6 Juli 2026.

Verifikasi dan masa sanggah tahap kedua juga berlangsung pada 30 Juni hingga 6 Juli 2026.

Rapat dewan guru tahap kedua dijadwalkan pada 8 Juli 2026.

Pengumuman kelulusan tahap kedua dilakukan pada 10 Juli 2026.

Daftar ulang tahap kedua berlangsung pada 13-14 Juli 2026.

Dedi Mulyadi meminta orangtua dan calon murid tidak hanya berfokus pada sekolah negeri yang jumlah peminatnya sudah tinggi.

Menurut Dedi Mulyadi, pilihan sekolah lain tetap dapat dimanfaatkan selama anak bisa melanjutkan pendidikan.

Pemerintah provinsi menyiapkan sejumlah skema agar calon murid tetap memiliki akses sekolah, baik melalui sekolah negeri yang belum penuh, sekolah penyangga, sekolah terbuka, maupun sekolah swasta kerja sama.

Kebijakan tersebut disiapkan untuk mengurangi penumpukan calon murid di sekolah tertentu dan memastikan layanan pendidikan tetap berjalan bagi siswa di Jawa Barat.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati