Alasan Taufik Hidayat Sekap Wanita di Bandung: Pengaruh Alkohol

Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat.(FOTO:NET)
Rabu, 24 Juni 2026 | 13:28:59 WIB

BANDUNG - Pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat kembali membeberkan informasi teranyar mengenai kasus penyekapan sekaligus penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial YTR (29) di wilayah Kabupaten Bandung.

Pelaku utama yang bernama Taufik Hidayat berhasil diringkus setelah aparat kepolisian melakukan pelacakan terhadap jejak digital yang ia tinggalkan.

Perkara ini menyedot perhatian khalayak luas lantaran kadar kekejaman yang menimpa korban dinilai sangat berat serta menimbulkan efek yang teramat fatal.

Melalui proses interogasi sementara, pelaku telah membenarkan segala tindakan keji yang diperbuatnya kepada korban.

Ia pun turut mengutarakan rasa penyesalannya atas segala perbuatan yang sudah terlanjur ia lakukan tersebut.

"Semua yang dia lakukan dia mengakui. Dia juga menyatakan menyesal dan mengaku perbuatannya dilakukan dalam kondisi dipengaruhi konsumsi alkohol," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan di Bandung, Selasa (23/6/2026), dikutip dari Antara.

Walaupun demikian, tim penyidik hingga kini masih tetap melakukan pendalaman terkait alasan utama serta rangkaian kronologi utuh dari aksi kekerasan yang menimpa korban.

Rudi memaparkan bahwa proses penangkapan berhasil dieksekusi setelah tim penyidik mendapatkan sebuah petunjuk krusial lewat rekam jejak aktivitas transaksi daring yang diperbuat oleh pelaku.

"Tadi pagi yang bersangkutan melakukan beberapa transaksi. Ini menjadi petunjuk buat kami. Tim yang bertugas di Majalaya tetap berada di sana, mencari di sekitar wilayah perumahan tersebut dan akhirnya pada sore hingga malam hari berhasil menemukan dan menangkap yang bersangkutan," jelas Rudi.

Tindakan penangkapan tersebut dilangsungkan di kawasan Perumahan Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung, pasca kepolisian menggelar penyisiran pada lokasi yang terlacak dari sisa transaksi tadi.

Usai berhasil diringkus, pelaku langsung digelandang menuju Polsek Majalaya terlebih dahulu guna interogasi tahap awal sebelum akhirnya digeser ke Markas Polda Jawa Barat untuk interogasi lebih mendalam.

Rudi menguraikan bahwa instansinya pun menjalankan serangkaian mekanisme baku demi memastikan keadaan sang pelaku, termasuk di antaranya pemeriksaan medis serta uji klinis narkoba.

"Kami melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi kesehatan tersangka. Kemudian kami juga melakukan tes narkoba dan hasilnya negatif," katanya.

Perkara ini pada awalnya mulai terbongkar setelah pihak kerabat korban mendapati sebuah pesan singkat via aplikasi WhatsApp yang dikirimkan oleh individu misterius.

Isi pesan daring tersebut memberikan kabar bahwa korban tengah berada di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Kabar singkat itulah yang menjadi hulu bagi pihak kerabat beserta aparat kepolisian untuk membongkar perkara yang selama ini tersembunyi rapat.

Imbas dari aksi kejam yang disinyalir kuat dilakukan oleh pelaku, korban kini menderita cedera parah dengan efek yang sangat fatal bagi raga fisiknya.

Terdapat beberapa rincian gangguan kesehatan yang diderita oleh korban meliputi:

  • Gangguan pada indra penglihatan hingga berujung kebutaan total pada kedua belah matanya
  • Cedera di area muka, termasuk robekan pada bagian bibir
  • Kendala saat hendak bercakap-cakap
  • Hilangnya kemampuan untuk melangkah kaki secara normal
  • Raibnya sejumlah harta benda bernilai tinggi miliknya.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati