Pemkab Banyuwangi Luncurkan Layanan Konsultasi Medis via WhatsApp
BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sedang merancang fasilitas konsultasi medis secara daring tanpa dipungut biaya yang bisa dimanfaatkan oleh warga sepanjang 24 jam penuh.
Fasilitas kesehatan ini dibangun melalui kolaborasi bersama Noora Health, sebuah lembaga swadaya masyarakat internasional yang fokus pada pengembangan sistem pelayanan medis lewat pelatihan kecakapan kesehatan yang berdaya dampak luas.
Sistem digital tersebut ke depannya bakal diberi tajuk Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi (Oasis Wangi).
Melalui fasilitas digital ini, warga bisa melakukan tanya jawab secara interaktif dengan para petugas medis terkait macam-macam kendala kesehatan.
Executive Director of Product and Tech Noora Health Global, Anubhav Arora, mengutarakan bahwa fasilitas kesehatan tersebut bakal mengoptimalkan peran para petugas medis yang selama ini mengabdi di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
"Pertanyaan warga seputar kesehatan yang dikirim melalui WhatsApp akan langsung direspons oleh nakes. Sehingga warga tidak perlu mengunduh aplikasi baru," kata Anubhav.
Anubhav menguraikan, warga dapat menanyakan seputar rupa-rupa kendala medis, mulai dari urusan kesehatan ibu dan anak hingga kendala penyakit yang sifatnya tidak menular.
Beberapa jenis gangguan kesehatan yang dapat ditanyakan di antaranya ialah diabetes, tekanan darah tinggi, serta gangguan jantung.
Tiap-tiap pertanyaan yang masuk bakal direspons oleh petugas medis dengan menyuguhkan bimbingan kesehatan, mulai dari langkah preventif, penanganan mandiri di tempat tinggal, hingga rujukan untuk memperoleh pengecekan medis lanjutan.
"Dengan konsultasi semacam ini, para nakes juga akan menyarankan apakah mereka cukup melakukan perawatan mandiri di rumah, atau malah harus segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut," ujarnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestandani menyampaikan apresiasinya atas perancangan fasilitas telekonsultasi kesehatan tersebut.
Berdasarkan pandangannya, kemudahan bertanya sejak awal mampu menolong masyarakat dalam mendeteksi situasi kesehatan tubuh secara lebih instan sehingga tidak perlu mengunjungi pos pelayanan kesehatan ketika gangguan medis sudah masuk fase kronis.
Ipuk menaruh harapan besar agar masyarakat luas mau mengoptimalkan kehadiran fasilitas ini, termasuk urusan tanya jawab seputar masa kehamilan maupun penanganan untuk kerabat yang mengidap penyakit tidak menular.
"Langkah ini bisa menekan risiko penyakit sejak dini sehingga harapan kami akan membuat warga Banyuwangi semakin sehat dan usia harapan hidup bertambah. Apabila ada kegawatdaruratan juga bisa segera tertangani," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya bersama Noora Health masih terus menyempurnakan jalannya sistem fasilitas tersebut.
Seluruh petugas medis pun telah melangsungkan sesi pembekalan supaya mempunyai kapabilitas dalam menyuguhkan tanggapan serta pelayanan yang selaras bagi warga.
"Para nakes telah mengikuti workshop terlebih dahulu untuk menjalankan sistem ini agar bisa memberikan layanan dan respon yang baik ke warga," kata Amir.
Di fase awal, sistem Oasis Wangi ini bakal melangsungkan masa uji coba pada pengujung Juni 2026 di tiga area puskesmas.
Tiga unit puskesmas yang dimaksud ialah Puskesmas Bajulmati di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Puskesmas Mojopanggung di wilayah Kecamatan Banyuwangi Kota, serta Puskesmas Kabat.
"Target kami akhir tahun atau awal tahun 2027 sudah bisa menjangkau seluruh warga," kata Amir.