Polisi Ringkus Ibu yang Buang Bayi di Bawah Pohon Mangga Bangkalan

Ilustrasi Bayi. (FOTO:NET)
Selasa, 07 Juli 2026 | 13:07:58 WIB

BANGKALAN - Pelaku pembuangan bayi di Kampung Tanggungan, Desa Bragang, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, akhirnya berhasil diringkus.

Pelaku ternyata merupakan ibu kandung dari bayi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Eriek Triyasworo, menjelaskan bahwa pelaku yaitu SR (27) ialah warga Kecamatan Klampis.

"Pelaku kami amankan kurang dari 12 jam pasca penemuan bayi tersebut," ujar Eriek, Selasa (7/7/2026).

Eriek memaparkan, berdasarkan hasil pemeriksaan terungkap bahwa SR sebenarnya sudah mempunyai suami.

Akan tetapi, suami SR sudah selama tiga tahun bekerja di Malaysia.

"Jadi memang bayi tersebut hasil hubungan gelap antara pelaku dan pria lain," ungkap Eriek.

Usai tiga tahun bekerja di luar negeri, suami SR kembali ke rumah dan mengetahui bahwa istrinya sedang hamil.

Menurut penuturan Eriek, situasi itu memicu pertengkaran antara SR dan suaminya hingga sang suami memilih pulang ke rumahnya sendiri di desa lain di Kecamatan Klampis.

Jeda sekitar dua minggu sesudahnya, SR melahirkan buah hatinya di teras rumah.

Berdasarkan keterangan SR kepada pihak kepolisian, proses persalinan bayi tersebut dikerjakannya seorang diri.

"Pelaku melahirkan bayinya di teras rumah dan saat itu memang tidak ada orang lain," kata Eriek.

Pelaku yang merasa cemas aibnya diketahui orang lain, langsung bergegas menyeka darah sisa persalinan bayinya tersebut.

Sesudah itu, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut dibungkus dengan menggunakan selimut serta bajunya.

"Bayi tersebut lalu pelaku taruh di bawah pohon mangga dan pelaku tinggal pulang ke rumahnya," ujar Eriek.

Sebelumnya, penduduk Kampung Tanggungan, Desa Bragang, Kecamatan Klampis menemukan sesosok bayi laki-laki di bawah pohon mangga pada Kamis, 2 Juli 2026.

Bayi tersebut dijumpai dalam kondisi terbalut kain kuning dan ditemukan masih lengkap beserta ari-arinya.

Usai mendapati bayi tersebut, warga kemudian membawa sang bayi ke bidan desa agar memperoleh perawatan medis.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati