Simak Kiat Membeli Mobil Bekas Tabrakan Agar Tidak Rugi Besar

Diler mobil bekas Willies Mobil di Kelapa Dua, Depok.(FOTO:NET)
Selasa, 07 Juli 2026 | 16:48:01 WIB

JAKARTA - Pasar kendaraan roda empat bekas kecelakaan atau eks-insiden sekarang mulai digandrungi oleh sebagian pemburu otomotif.

Faktor utamanya tentu saja perbedaan atau margin harga yang dipatok jauh lebih murah ketimbang unit yang normal di bursa pasar.

Meskipun menjanjikan keuntungan dari aspek finansial, menebus kendaraan yang pernah mengalami benturan hebat tentu membutuhkan kecermatan tingkat tinggi.

Jika teledor saat membeli, konsumen justru berisiko rugi besar lantaran pengerjaan rekondisi yang digarap seadanya.

Alvian Akmal, selaku owner diler serta bengkel spesialis Beli Mobil Rusak (BMR) di kawasan Pondok Gede, membagikan sejumlah kiat aman yang mesti dicermati pembeli sebelum mengambil keputusan membeli kendaraan bekas tabrakan.

Langkah awal yang bisa diterapkan lewat pengamatan langsung yaitu dengan menginspeksi struktur rangka utama mobil.

Kendaraan yang dikeluarkan dari pabrikan dipastikan mempunyai tingkat kepresisian yang ideal di setiap sudut rangkanya.

"Kami bisa melihat misalnya dari tulangannya. Nah, kan otomatis keluar dari pabrik kan pasti presisi ya. Kalau kami melihat dari awal sudah enggak presisi, otomatis ya pasti ini mobil ada kemungkinan bekas insiden," ujar Alvian kepada Kompas.com, Senin (6/7/2026).

Bukan hanya rangka, sektor muka seumpama apron serta bullhead pun menjadi bagian vital yang wajib diperiksa.

Menurut Alvian, mengendus bekas tabrakan depan bakal lebih gampang apabila bagian itu cuma diperbaiki tanpa diganti komponen baru.

"Kalau misalnya diperbaiki, diketok ulang, dicat ulang, kan kemungkinan apron-nya, bullhead-nya masih kelihatan (bekasnya). Nah, kalau yang diganti (baru), itu yang agak sulit membedakannya," kata dia.

Mempertimbangkan teknik perbaikan bodi masa kini yang semakin canggih serta halus, bersandar pada pengamatan orang awam saja tentu kurang memadai.

Oleh sebab itu, Alvian sangat menyarankan pembeli untuk menggandeng atau memesan layanan inspektor mobil independen.

"Kalau saran dari kami, kalau memang benar-benar awam banget atau kami enggak paham mobil, ada baiknya pakai jasa inspektor. Karena mereka kan memang benar-benar paham di dunia otomotif, tahu nih ini gantian, ini pasti perbaikan," ucap Alvian.

Menurut pandangannya, ketelitian seorang inspektor jauh lebih dapat dipercaya lantaran pengalaman kerja mereka yang padat dalam meneliti kondisi kendaraan.

"Dibanding kami beli sendiri, karena selisih harganya antara bekas tabrak dan enggak itu lumayan jauh. Kalau pakai jasa inspektor, mereka kan memang sehari-hari mengecek mobil, pasti tahu," tutur Alvian.

Kiat yang tidak kalah krusial yaitu menentukan tempat bertransaksi yang tepat.

Di bursa mobil seken, tidak sedikit oknum penjual curang yang sengaja menutupi rekam jejak kecelakaan mobil agar dapat melepasnya dengan harga pasaran normal.

Alvian menegaskan bahwa keterbukaan dari pihak pedagang merupakan poin paling utama agar pembeli tidak merasa dijebak, walaupun unit yang ditebus merupakan kendaraan eks-kecelakaan.

"Ya balik lagi, sebenarnya kunci utamanya itu kami mencari pedagang yang jujur sama amanah. Kayak saya jualan nih, ada mobil-mobil tabrak atau banjir, kami ngomong ke customer-nya. Jadi otomatis customer ini enggak merasa rugi dengan dia membeli mobil bekas tabrak," pungkasnya.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati