Pemakaman Ali Khamenei: Lautan Massa Padati Ibu Kota Iran

Upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran yang tewas, Ali Khamenei.(FOTO:NET)
Selasa, 07 Juli 2026 | 17:08:01 WIB

JAKARTA - Jutaan masyarakat terlihat memenuhi kawasan ibu kota Iran, Teheran, untuk mengikuti prosesi iring-iringan jenazah pemimpin tertinggi Iran yang telah berpulang, Ayatollah Ali Khamenei.

Khamenei beserta beberapa anggota keluarganya, yang peti matinya menjadi fokus perhatian utama dalam iring-iringan itu, mengembuskan napas terakhir akibat serangan udara pada awal masa perang yang diluncurkan terhadap Republik Islam tersebut oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Kehadiran lautan manusia yang amat masif ini dianggap sebagai langkah dari rezim Iran untuk menunjukkan apa yang mereka sebut sebagai kekuatan sekaligus persatuan negara yang tetap solid, di kala mereka sedang menempuh jalan negosiasi demi mengakhiri perang secara permanen.

Stasiun televisi pemerintah Iran mengudara dengan rekaman yang diambil dari helikopter, memperlihatkan kerumunan warga yang menyemut mulai dari Lapangan Azadi (Kebebasan) di Teheran hingga sejauh beberapa kilometer di sepanjang jalan tersebut.

Peti mati dari Khamenei, yang meninggal dunia di umur 86 tahun, bersama para kerabatnya yang turut menjadi korban tewas dalam gempuran udara itu, diangkut menggunakan sebuah truk yang dihiasi ornamen mirip jeruji dekoratif khas di sekeliling makam seorang imam.

Banyak warga di sekitar truk pengangkut jenazah serta di sepanjang rute yang dilewati kedapatan membawa poster, hiasan, dan spanduk yang menyuarakan tuntutan kematian bagi Presiden AS Donald Trump serta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Petugas juga terlihat menyemprotkan air ke arah kerumunan peserta prosesi untuk menyegarkan tubuh mereka di tengah kondisi cuaca dengan temperatur yang menyengat.

Iring-iringan tersebut direncanakan akan berlangsung di Teheran selama jangka waktu 12 jam sebelum akhirnya sampai di titik pemberhentian terakhir di Bandara Internasional Mehrabad, merujuk pada pernyataan Jenderal Hasan Hasanzadeh dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) selaku pengawas jalannya acara.

Masa berkabung nasional yang ditetapkan secara resmi untuk melepas Khamenei telah dimulai sejak hari Sabtu (3/7) dan dijadwalkan bakal selesai pada hari Kamis (8/7) lewat prosesi pemakaman di area kompleks makam Imam Reza di Mashhad, yang merupakan kota kelahirannya.

Putra dari Ali Khamenei, yakni Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang kini telah ditunjuk untuk menggantikan kedudukan sang ayah sebagai pemimpin tertinggi yang baru, sejauh ini masih belum menampakkan diri dalam rangkaian upacara pemakaman mana pun.

Dirinya diindikasikan tengah berada di tempat persembunyian setelah sempat dilaporkan mengalami luka-luka yang cukup parah dalam insiden serangan udara yang merenggut nyawa ayahnya tersebut.

Pihak Israel sendiri sebelumnya telah melempar ancaman untuk menghabisi nyawanya, sebagaimana tindakan yang pernah mereka lakukan terhadap sejumlah pejabat tinggi Iran di masa-masa lampau.

Sementara itu, tiga putra Ali Khamenei yang lainnya sempat muncul di hadapan publik dalam sebuah momen langka saat menghadiri upacara pemakaman pada hari Minggu kemarin.

Di sisi lain, jalannya diskusi antara pihak AS dan Iran yang bertujuan untuk menyudahi konflik peperangan ini tampaknya akan ditunda terlebih dahulu hingga seluruh rangkaian prosesi pemakaman Ali Khamenei selesai dilaksanakan.

Agenda negosiasi tersebut sampai saat ini masih menitikberatkan pada beberapa bahasan krusial, di antaranya seperti pembukaan kembali Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital bagi distribusi minyak bumi dan gas dunia yang sempat hampir ditutup total oleh Iran selama masa konflik, hingga masalah program nuklir Teheran yang dituduh oleh AS bertujuan untuk merancang senjata pemusnah massal — sebuah tuduhan yang langsung ditepis oleh pihak Iran.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati