Nemanja Vidic Sebut Lamine Yamal Sebagai Mini Lionel Messi
BARCELONA - Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, terus menjadi sorotan utama jagat sepak bola berkat penampilan memukaunya bersama tim nasional Spanyol di kompetisi Piala Dunia 2026.
Aksi memikatnya dalam pertandingan melawan Portugal memicu kekaguman dari banyak kalangan, termasuk eks kapten Manchester United, Nemanja Vidic, yang secara spesifik menyanjung talenta masif sang pemain belia.
Persaingan ketat antara Lamine Yamal dan pemain bertahan Portugal, Nuno Mendes, menjadi salah satu daya tarik utama pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Walaupun muncul bermacam opini terkait performa penyerang sayap itu secara menyeluruh, Nemanja Vidic memberikan apresiasi tinggi terhadap impak besar yang dihadirkan oleh pesepak bola muda tersebut dalam menentukan hasil laga.
Malahan, Vidic memperkirakan manuvernya menjadi pemicu cedera yang didapat oleh pemain lawan.
Vidic, yang tersohor sebagai salah satu bek legendaris pada eranya, tidak menutupi rasa takjubnya sewaktu mengulas atribut yang dipunyai oleh remaja tersebut.
Ia bahkan tidak ragu menyejajarkan karakter permainan sang pemain dengan sosok ikonik sepak bola global, Lionel Messi.
"Anak muda ini luar biasa dan istimewa; menurut saya dia adalah 'Mini Messi' – begitulah saya memanggilnya," ujar Vidic dikutip dari Barca Universal.
Berdasarkan pandangan pria asal Serbia itu, keahlian menggiring bola sang pemain benar-benar merepotkan barisan pertahanan di lapangan.
"Dia beberapa kali membuat Nuno Mendes berlari menyusuri sayap dengan trik dribbling-nya dan akhirnya mencederai Nuno Mendes dalam salah satu lari tersebut," tambahnya.
Vidic menyoroti momen pada menit ke-56 saat Nuno Mendes terpaksa keluar lapangan dan digantikan oleh Nelson Semedo karena cedera.
Ia meyakini bahwa gempuran tanpa henti yang dilancarkan oleh penyerang Barcelona itu menjadi penyebab utama kelelahan fisik yang dirasakan bek Paris Saint-Germain tersebut.
"Lamine menyebabkan cedera Nuno Mendes. Begitulah tipe pemainnya dia," tegas Nemanja Vidic.
"Lamine Yamal tidak berlari dalam garis lurus. Dia selalu melakukan pergerakan dengan bola dan melakukan sesuatu yang luar biasa."
"Sungguh menyenangkan menyaksikannya di lapangan," tutup pria yang kini berusia 44 tahun itu.