Gubernur Andi Sudirman Luruskan Isu Boikot Jalan Rusak di Sulsel

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. (FOTO:NET)
Rabu, 08 Juli 2026 | 14:16:51 WIB

MAKASSAR - Kepala daerah Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, akhirnya memberikan penjelasan sekaligus meluruskan potongan videonya yang beredar mengenai jalanan provinsi yang rusak dan ditanami pohon pisang oleh warga sebagai bentuk demonstrasi justru tidak akan diperbaiki oleh pihak pemerintah.

Pernyataan yang memicu perbincangan hangat tersebut sebelumnya diutarakan olehnya sewaktu menyampaikan pidato pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-67 Kabupaten Maros di Gedung DPRD Kabupaten Maros, Selasa (7/7/2026).

Pada momen sambutan tersebut, Andi Sudirman sempat berucap, "Kalau jalan provinsi yang rusak ditanami pohon pisang, semakin tidak akan dikerjakan."

Melalui rilis resminya, pemimpin daerah ini memastikan bahwa inti dari ucapannya tersebut sama sekali tidak bermaksud bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan abai atau sengaja menelantarkan perbaikan infrastruktur jalan yang sedang rusak tersebut.

Dirinya menjabarkan bahwa ucapan itu sejatinya ditujukan sebagai bentuk edukasi serta himbauan persuasif agar warga tidak melakukan aksi fisik di area jalan yang justru berisiko menyulitkan pergerakan alat berat maupun pengerjaan proyek konstruksi di lapangan.

"Kami pahami penanaman pisang itu bentuk protes masyarakat. Tapi kami sudah memiliki kontrak pekerjaan jalan 1.000 kilometer. Jadi pemerintah bekerja berdasarkan perencanaan, bukan karena ada pohon pisang yang ditanam di jalan," tutur Andi Sudirman dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (8/7/2026).

Andi Sudirman menegaskan, jajaran Pemprov Sulsel saat ini tetap memegang komitmen penuh untuk menyelesaikan mega proyek pembangunan jalan Provinsi 1.000 Kilometer yang berjalan menggunakan skema tahun jamak atau multi years project (MYP).

Walau begitu, program infrastruktur berskala masif ini memang mesti direalisasikan secara berkala dengan merujuk pada pemetaan skala prioritas, kelengkapan dokumen teknis, ikatan kontrak kerja dengan mitra rekanan, serta kondisi kemampuan anggaran pendapatan dan belanja daerah setempat.

"Insya Allah semuanya akan ditangani secara bertahap sesuai perencanaan dan kontrak kerja. Yang kami harapkan adalah dukungan masyarakat agar pekerjaan bisa berjalan lancar," ucapnya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam membenahi fasilitas publik tersebut, pada Minggu (5/7/2026), Pemprov Sulsel telah merampungkan agenda peletakan batu pertama atau groundbreaking Paket 6 MYP yang dipusatkan di jalur Bua–Rantepao, Kabupaten Luwu.

Proyek yang telah terkontrak ini meliputi perbaikan secara berkala pada sekitar 20 titik jalan rusak yang tersebar di sembilan wilayah kabupaten dan kota, sebagai langkah makro untuk meningkatkan kelancaran distribusi logistik antardaerah.

Di sisi lain, perkembangan pengerjaan fisik untuk Paket 1 sampai Paket 5 di lapangan juga dikabarkan terus memperlihatkan hasil positif yang berarti.

Sejumlah area jalan provinsi kini terpantau sudah masuk ke dalam tahap pengaspalan hotmiks, pembuatan saluran air drainase, penataan bahu jalan, pemasangan dinding penahan tanah (DPT), hingga pengerjaan preservasi jalan di berbagai daerah administratif.

Wilayah tersebut di antaranya mencakup Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Sidrap, Wajo, Soppeng, Bone, Barru, Pinrang, Enrekang, serta Pangkep.

Sebelumnya, pihak Pemprov Sulsel bersama lembaga terkait juga telah menyelesaikan seremoni groundbreaking untuk proyek duplikasi atau pelebaran struktur Jembatan Sungai Maros A yang berada di jalur nasional poros Makassar–Maros.

Pelaksanaan proyek jembatan tersebut ditargetkan secara khusus demi mengurai titik penyumbatan macet yang parah serta kepadatan arus kendaraan yang selama ini sering menjadi kendala tahunan bagi pengguna jalan di rute trans-Sulawesi tersebut.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati