JAKARTA - Laga sarat gengsi antara Arsenal dan Manchester United kembali menyuguhkan drama hingga menit akhir. Bertanding di Stadion Emirates pada pekan ke-23 Liga Inggris, Senin 26 Januari 2026 dini hari WIB, Manchester United sukses mencuri kemenangan tipis 3-2 atas tuan rumah Arsenal. Hasil ini memperpanjang tren positif Setan Merah dalam lawatan mereka ke markas The Gunners.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak awal, dengan kedua tim sama-sama menampilkan permainan menyerang. Arsenal yang tampil di hadapan pendukungnya berusaha menekan sejak menit awal, sementara Manchester United memilih pendekatan lebih terukur dengan memanfaatkan celah yang ditinggalkan lini belakang tuan rumah.
Arsenal Dominan di Awal Laga
Baca Juga
Sejak peluit awal dibunyikan, Arsenal langsung mengambil inisiatif serangan. Penguasaan bola tuan rumah terlihat dominan terutama pada 20 menit pertama pertandingan. Pergerakan Bukayo Saka dan Leandro Trossard dari sektor sayap menjadi tumpuan utama Arsenal untuk membongkar pertahanan Manchester United.
Kedua pemain tersebut beberapa kali merepotkan barisan belakang MU melalui kombinasi umpan cepat dan penetrasi dari sisi lapangan. Meski demikian, sejumlah peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol akibat rapatnya pertahanan MU dan kurangnya ketenangan dalam penyelesaian akhir.
Gol Bunuh Diri Buka Keunggulan Arsenal
Tekanan Arsenal akhirnya berbuah hasil pada menit ke-29. Gol pembuka tercipta melalui situasi yang tidak terduga, ketika bola liar di dalam kotak penalti mengenai tumit bek Manchester United, Lisandro Martinez. Sentuhan tersebut membuat arah bola berubah dan mengecoh kiper Senne Lammens, sehingga bola masuk ke gawang sendiri.
Gol bunuh diri tersebut membuat Arsenal unggul 1-0 dan semakin percaya diri dalam mengendalikan permainan. Dukungan penuh publik Emirates turut mengangkat intensitas serangan Arsenal yang terus berupaya menambah keunggulan sebelum jeda.
MU Manfaatkan Kesalahan Lawan
Namun keunggulan Arsenal tidak bertahan lama. Manchester United menunjukkan respons cepat hanya delapan menit setelah tertinggal. Kesalahan fatal dilakukan oleh Martin Zubimendi yang salah mengirimkan operan ke arah kiper David Raya.
Bryan Mbeumo dengan sigap membaca situasi tersebut, merebut bola, dan langsung berhadapan satu lawan satu dengan Raya. Tanpa ragu, Mbeumo menuntaskan peluang dengan penyelesaian dingin untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol ini mengubah momentum pertandingan. MU mulai bermain lebih percaya diri, sementara Arsenal terlihat sedikit kehilangan ritme menjelang akhir babak pertama.
Gol Spektakuler di Awal Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Manchester United tampil lebih agresif. Hasilnya, tim tamu berhasil membalikkan keadaan pada awal paruh kedua pertandingan. Kerja sama rapi antara Bruno Fernandes dan Patrick Dorgu menjadi kunci terciptanya gol kedua MU.
Menerima umpan dari Fernandes, Dorgu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola sempat membentur mistar bagian dalam sebelum akhirnya bersarang di gawang Arsenal. Gol tersebut menjadi sorotan karena akurasi dan kekuatan tembakan yang dilepaskan Dorgu.
Keunggulan 2-1 membuat Manchester United semakin nyaman mengatur tempo permainan, sementara Arsenal harus kembali bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan.
Pertandingan Berjalan Kian Ketat
Setelah tertinggal, Arsenal kembali meningkatkan intensitas serangan. Permainan terbuka membuat duel berjalan semakin sengit, dengan kedua tim saling jual beli serangan. Arsenal mencoba memanfaatkan lebar lapangan, sementara MU mengandalkan serangan balik cepat.
Tekanan demi tekanan dari Arsenal membuat lini pertahanan Manchester United harus bekerja ekstra keras. Di sisi lain, MU juga beberapa kali menciptakan peluang berbahaya yang memaksa Arsenal tetap waspada hingga menit-menit akhir pertandingan.
Drama Menit Akhir di Emirates
Ketegangan terus terjaga hingga laga memasuki fase akhir. Arsenal berusaha mengejar ketertinggalan, sementara Manchester United tampil disiplin menjaga keunggulan. Intensitas duel meningkat, baik di lini tengah maupun di area pertahanan kedua tim.
Pertandingan yang sarat emosi dan tensi tinggi tersebut menjadi gambaran persaingan klasik dua raksasa Liga Inggris. Setiap peluang disambut sorak sorai penonton, sementara kesalahan kecil bisa berujung fatal bagi masing-masing tim.
Kemenangan Penting Manchester United
Kemenangan 3-2 di Stadion Emirates menjadi hasil krusial bagi Manchester United. Selain memperpanjang catatan positif di kandang Arsenal, hasil ini juga memperkuat posisi MU dalam persaingan papan atas Liga Inggris musim ini.
Bagi Arsenal, kekalahan ini menjadi catatan evaluasi, terutama dalam menjaga konsistensi permainan setelah unggul lebih dulu. Meski tampil dominan di awal laga, kegagalan mempertahankan keunggulan membuat The Gunners harus menelan hasil pahit di hadapan pendukung sendiri.
Pertandingan ini kembali menegaskan bahwa duel Arsenal versus Manchester United selalu menghadirkan drama dan cerita tersendiri, sekaligus menjadi salah satu laga paling dinantikan dalam kalender Liga Inggris.
David
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.







