Hutama Karya Bangun Dapur MBG Sumsel Dukung Program Gizi Nasional
- Rabu, 28 Januari 2026
JAKARTA - Upaya memperkuat layanan gizi nasional terus diperluas ke daerah. Salah satu langkah konkret dilakukan PT Hutama Karya (Persero) dengan membangun fasilitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penopang Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Provinsi Sumatera Selatan, perusahaan BUMN konstruksi tersebut menyiapkan tujuh dapur MBG yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Pembangunan dapur MBG ini merupakan bagian dari rencana nasional Hutama Karya yang menargetkan pembangunan total 80 titik dapur SPPG di tujuh provinsi. Persebarannya meliputi Aceh sebanyak empat titik, Sumatera Utara 35 titik, Sumatera Barat 12 titik, Riau enam titik, Kepulauan Anambas satu titik, Jambi 15 titik, dan Sumatera Selatan tujuh titik.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan peran Hutama Karya dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan, melalui penyediaan infrastruktur yang memadai, higienis, dan berkelanjutan.
Baca Juga
Sebaran Tujuh Dapur MBG di Sumatera Selatan
Untuk wilayah Sumatera Selatan, tujuh dapur MBG yang akan dibangun tersebar di beberapa daerah. Lokasinya meliputi Kelurahan Tanjung Kupang di Kabupaten Empat Lawang, Desa Sri Mulyo di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Desa Raman Agung di Kabupaten OKU Timur, Desa Kurungan Nyawa di Kabupaten OKU Timur, Desa Kedaton di Kabupaten OKU, Kelurahan Rahma di Kota Lubuk Linggau, serta Kelurahan Tanjung Batu di Kabupaten Ogan Ilir.
Penentuan lokasi tersebut mempertimbangkan kebutuhan layanan gizi di daerah, sekaligus memastikan dapur SPPG dapat menjangkau penerima manfaat secara optimal. Dengan persebaran ini, diharapkan layanan MBG dapat berjalan lebih merata dan efektif di Sumatera Selatan.
Komitmen Hutama Karya dalam Program Gizi
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa pemenuhan gizi membutuhkan fasilitas layanan yang tertata dan memadai. Menurutnya, keberadaan dapur SPPG menjadi fondasi penting agar layanan MBG dapat berjalan secara konsisten dan berkualitas di daerah.
“Dukungan ini juga sebagai bentuk Hutama Karya dalam memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) 2026 yang diperingati setiap 25 Januari,” kata Mardiansyah dalam rilis yang diterima RRI pada Senin, 26 Januari 2026.
Peringatan HGN 2026 sendiri berada dalam koordinasi Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari gerakan edukasi publik terkait pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Strategi Pembangunan Dapur SPPG
Dalam pelaksanaannya, pembangunan dapur SPPG di lapangan dilakukan secara paralel dengan pengaturan klaster. Strategi ini diterapkan untuk memastikan efisiensi dalam pengadaan material, pergerakan tenaga kerja, serta penggunaan alat, terutama di wilayah yang jaraknya berjauhan.
Dengan pendekatan klaster, proses konstruksi diharapkan berjalan lebih terkoordinasi dan tepat waktu, tanpa mengurangi kualitas bangunan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Hutama Karya dalam menjaga efektivitas proyek berskala nasional yang tersebar di berbagai provinsi.
Standar Fasilitas dan Higienitas Dapur
Dari sisi fasilitas, dapur SPPG dirancang untuk mendukung operasional layanan setiap hari. Bangunan utama mengedepankan standar higienitas yang ketat, mengingat fungsinya sebagai pusat produksi makanan bergizi bagi masyarakat.
Spesifikasi bangunan mencakup penggunaan dinding sandwich panel dengan pelapis antibakteri, serta pelapisan stainless steel di area masak. Material tersebut dipilih untuk memudahkan pembersihan dan menjaga kebersihan ruang dapur sesuai standar kesehatan.
Selain itu, sistem tata udara juga menjadi perhatian utama. Dapur SPPG dilengkapi unit udara masuk dan keluar, termasuk cooker hood, guna menjaga sirkulasi udara di ruang kerja tetap optimal. Dengan sistem ini, kenyamanan dan keamanan aktivitas memasak dapat terjaga setiap hari.
Sinergi Lintas Lembaga Dukung MBG
Pembangunan dapur MBG tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sinergi lintas lembaga. Dalam konteks HGN 2026, keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar program pemenuhan gizi dapat berjalan menyeluruh dan berkelanjutan.
Sinergi antara Kementerian Kesehatan, Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Pekerjaan Umum, serta mitra pelaksana seperti Hutama Karya menunjukkan bahwa layanan gizi membutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat sebelum dapat beroperasi secara optimal.
“ Ada infrastruktur yang harus siap, sebelum layanan bisa berjalan stabil dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, menjadi penting untuk memastikan program gizi nasional berjalan berkelanjutan dan berdampak,” pungkas Mardiansyah.
Melalui pembangunan dapur SPPG ini, Hutama Karya berharap kontribusinya dapat memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis di daerah, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat Indonesia.
David
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.







