AC Milan Jaga Rekor Tak Terkalahkan dengan Kemenangan 3-0 di Bologna
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - AC Milan berhasil melanjutkan rekor tak terkalahkan mereka di laga tandang Liga Italia musim 2025-2026 dengan kemenangan 3-0 atas Bologna.
Pertandingan yang digelar pada Rabu, 4 Februari 2026 dini hari WIB di Stadion Renato Dall'Ara ini menambah panjang rentetan hasil positif yang telah dicatatkan oleh Rossoneri.
Dengan hasil ini, Milan kini tak terkalahkan dalam 22 pertandingan berturut-turut di Serie A, sebuah pencapaian yang semakin memperkokoh posisi mereka di papan atas klasemen Liga Italia.
Baca JugaRamalan Zodiak Rabu 4 Februari 2026 Dipengaruhi Gerak Maju Uranus
Dalam pertandingan yang berlangsung cukup dinamis ini, AC Milan berhasil tampil dominan meski Bologna, selaku tuan rumah, memiliki penguasaan bola lebih banyak sepanjang laga.
Tiga gol kemenangan Milan datang dari tiga pemain yang masing-masing memiliki kontribusi besar pada tim: Ruben Loftus-Cheek, Christophe Nkunku, dan Adrien Rabiot. Loftus-Cheek mencetak gol pembuka pada menit ke-20, disusul penalti Nkunku pada menit ke-39, dan gol Rabiot pada menit ke-48, yang memastikan Milan meraih tiga poin penuh.
Gol Pembuka dari Ruben Loftus-Cheek
Laga dimulai dengan intensitas tinggi, di mana kedua tim saling melancarkan serangan. Bologna yang berusaha bermain agresif di depan publik sendiri, tidak bisa menahan serangan cepat dari Milan.
Pada menit ke-20, Milan akhirnya berhasil membuka keunggulan. Ruben Loftus-Cheek, pemain asal Inggris, mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan matang dari Adrien Rabiot.
Setelah upaya pertama dari Nkunku ditepis oleh kiper Bologna, Ravaglia, Loftus-Cheek dengan tenang menyarangkan bola ke gawang kosong. Gol tersebut memberikan tekanan lebih kepada tuan rumah yang semakin kesulitan mengejar permainan Milan.
Milan, yang menunjukkan ketajaman serangan di babak pertama, terlihat sangat efisien meski hanya mencatatkan sedikit tembakan tepat sasaran. Pada babak pertama, Rossoneri hanya melakukan tiga percobaan yang tepat sasaran, dua di antaranya berbuah gol.
Bologna, meski memiliki penguasaan bola hingga 56 persen, kesulitan menciptakan peluang berbahaya yang bisa mengancam gawang Milan yang dijaga oleh Mike Maignan.
Selain itu, lini belakang Milan yang dipimpin oleh Gabbia dan Pavlovic tampil sangat solid, menahan setiap upaya serangan yang dilakukan oleh para pemain Bologna.
Nkunku Menggandakan Keunggulan lewat Penalti
Pada menit ke-39, Milan memperbesar keunggulan mereka menjadi 2-0 melalui gol penalti Christophe Nkunku. Pemain asal Prancis ini dijatuhkan oleh kiper Bologna, Ravaglia, di dalam kotak penalti.
Tanpa ragu, Nkunku maju sebagai eksekutor dan dengan tenang menaklukkan Ravaglia, mengirim bola ke sudut kiri bawah gawang. Keunggulan 2-0 ini membuat Milan semakin nyaman menguasai jalannya pertandingan, sementara Bologna harus mengakui bahwa mereka kesulitan menghadapi kualitas tim tamu.
Di babak pertama, meski Bologna mencatatkan lebih banyak penguasaan bola, mereka hanya berhasil menciptakan satu peluang tepat sasaran. Tim asuhan Thiago Motta tampaknya kesulitan untuk menemukan celah di lini pertahanan Milan.
Ketidakmampuan Bologna untuk memanfaatkan penguasaan bola mereka semakin menambah kesulitan, dan Milan memanfaatkan setiap kesempatan untuk melakukan serangan balik yang berbahaya.
Gol Rabiot Mengunci Kemenangan Milan
Saat babak kedua dimulai, harapan Bologna untuk bangkit langsung dihentikan oleh gol ketiga Milan pada menit ke-48. Adrien Rabiot mencetak gol yang memastikan kemenangan Milan tak terbantahkan.
Rabiot, yang mengambil keuntungan dari lemparan ke dalam yang dicuri dari Miranda, melepaskan tembakan keras mendatar dari luar kotak penalti yang berhasil menaklukkan Ravaglia. Gol ini mengunci kemenangan Milan dan hampir menghancurkan harapan Bologna untuk bangkit di sisa waktu pertandingan.
Setelah gol ketiga, Milan lebih banyak menguasai permainan dan cenderung memainkan tempo yang lebih santai, tetapi tetap menjaga pertahanan dengan disiplin.
Bologna berusaha keras untuk mencetak gol hiburan, namun setiap kali mereka mendekati gawang Milan, mereka selalu terhalang oleh pertahanan yang kokoh dan kiper Maignan yang tampil sigap.
Meski Milan tidak lagi mencetak gol, mereka tetap mengontrol permainan dengan sangat baik, dan pada akhirnya hasil 3-0 menjadi penegasan dominasi mereka sepanjang pertandingan.
Milan Tak Terkalahkan dalam 22 Laga Berturut-turut
Dengan kemenangan ini, AC Milan semakin mengukuhkan status mereka sebagai salah satu tim terkuat di Serie A. Rossoneri kini tak terkalahkan dalam 22 pertandingan terakhir mereka di liga, sejak kekalahan mereka di pekan kedua musim 2025-2026.
Rekor tak terkalahkan ini menjadi bukti nyata dari konsistensi tim yang terus berkembang di bawah pelatih Stefano Pioli. Kemenangan ini juga memperpanjang catatan luar biasa Milan dalam laga tandang, di mana mereka belum merasakan kekalahan sepanjang musim ini.
Pelatih Pioli sangat puas dengan penampilan timnya dalam pertandingan ini. "Kami tampil dengan sangat baik, menjaga fokus dan bermain efektif. Setiap gol yang kami cetak adalah hasil dari kerja keras seluruh tim," ujar Pioli
. "Ini adalah kemenangan yang sangat penting bagi kami untuk terus mengejar posisi puncak klasemen dan menjaga momentum dalam perburuan Scudetto."
Bologna Menghadapi Kekalahan Kelima di Kandang
Sementara itu, Bologna harus kembali menelan kekalahan di kandang sendiri, yang merupakan kekalahan kelima mereka dalam enam laga terakhir di Stadion Renato Dall'Ara.
Meski bermain di depan pendukung setia mereka, Bologna tampaknya belum bisa keluar dari masalah besar mereka musim ini. Pelatih Thiago Motta mengakui bahwa timnya belum mampu bermain dengan baik, terutama ketika menghadapi tim sekelas Milan.
"Milan adalah tim yang sangat kuat, dan kami kesulitan menahan serangan mereka. Kami harus belajar banyak dari pertandingan ini dan terus memperbaiki kualitas permainan kami," ungkap Motta setelah pertandingan. Kekalahan ini menempatkan Bologna di posisi tengah klasemen, dan mereka harus berusaha keras untuk memperbaiki performa mereka, terutama dalam pertandingan kandang yang seharusnya menjadi keuntungan bagi mereka.
Kepentingan Kemenangan Milan dalam Perburuan Scudetto
Dengan tambahan tiga poin ini, AC Milan terus mendekati posisi puncak klasemen dan tetap menjadi pesaing kuat dalam perburuan gelar Scudetto musim ini.
Milan kini mengumpulkan 50 poin, hanya tertinggal lima angka dari Inter Milan yang saat ini berada di puncak klasemen. Pioli dan timnya tentu akan terus menekan Inter Milan, mengingat mereka masih memiliki banyak laga untuk dijalani.
Kemenangan ini juga menunjukkan bahwa Milan tidak hanya bergantung pada satu pemain saja, melainkan memiliki kedalaman skuad yang luar biasa.
Pemain seperti Loftus-Cheek, Nkunku, dan Rabiot memberikan kontribusi besar dalam pertandingan ini, sementara di lini belakang, Gabbia dan Pavlovic tampil solid sepanjang laga. Milan kini semakin percaya diri dan siap menghadapi tantangan besar di sisa musim ini.
Kemenangan 3-0 atas Bologna ini semakin mengukuhkan posisi AC Milan sebagai salah satu tim terbaik di Serie A musim 2025-2026. Mereka terus tampil konsisten dan menunjukkan bahwa mereka siap bersaing untuk merebut gelar Scudetto.
Dengan rentetan tak terkalahkan yang kini mencapai 22 laga berturut-turut, Milan telah membuktikan bahwa mereka adalah tim yang sangat kuat, baik di kandang maupun tandang.
Bologna, di sisi lain, harus segera mencari solusi untuk permasalahan mereka, terutama di kandang sendiri, jika ingin meraih hasil yang lebih baik di sisa musim ini.
Sindi
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Manfaat Olahraga Lower Body Sculpt 20 Menit untuk Tubuh Lebih Sehat
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Manfaat Olahraga Lower Body Sculpt 20 Menit untuk Tubuh Lebih Sehat
- Rabu, 04 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Brigade Parako 1 Pasgat TNI AU Sabet Juara Umum Kopassus Cup 2026
- 04 Februari 2026
3.
4.
5.
Anomali Industri Otomotif 2026: Ekspor Melaju Namun Domestik Terpaku
- 04 Februari 2026









