Akselerasi Produksi Dokter Spesialis Lewat Kolaborasi 5 Kampus Jateng-DIY

Akselerasi Produksi Dokter Spesialis Lewat Kolaborasi 5 Kampus Jateng-DIY
Akselerasi Produksi Dokter Spesialis Lewat Kolaborasi 5 Kampus Jateng-DIY

JAKARTA - Kesenjangan jumlah tenaga medis ahli di Indonesia kini mendapatkan jawaban konkret melalui sinergi akademisi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Konsorsium Perguruan Tinggi Wilayah IV resmi mengambil langkah besar dengan meluncurkan 33 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Sub Spesialis (PPDSS) baru. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis nasional untuk mengatasi kelangkaan dokter spesialis yang selama ini menjadi kendala utama dalam pemerataan layanan kesehatan berkualitas di berbagai pelosok negeri.

Peluncuran program ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Kota Surakarta pada Kamis, 12 Februari 2026. Kehadiran program-program baru ini diharapkan menjadi katalisator bagi transformasi kesehatan nasional, mengingat rasio dokter spesialis di Indonesia masih jauh dari angka ideal. Dengan bertambahnya pilihan studi ini, peluang para dokter umum untuk meningkatkan kompetensi menjadi spesialis semakin terbuka lebar, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada kemudahan akses masyarakat terhadap pengobatan ahli.

Sinergi Lima Perguruan Tinggi Ternama dalam Misi Kemanusiaan

Baca Juga

Na Daehoon dan Diva Azzura Nikmati Momen Liburan di Seoul

Kekuatan utama dari peluncuran ini terletak pada kolaborasi lintas instansi yang melibatkan institusi pendidikan papan atas. Lima kampus yang menyelenggarakan program studi PPDS dan PPDSS, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Sebelas Maret (UNS). Keterlibatan lima universitas besar ini menjamin standar kualitas pendidikan yang tinggi sekaligus distribusi kuota yang lebih luas bagi calon dokter spesialis.

Cakupan program studi yang diluncurkan pun tergolong komprehensif, menyasar bidang-bidang kesehatan yang paling dibutuhkan masyarakat. Program-program tersebut meliputi jantung dan pembuluh darah, bedah, ilmu kesehatan anak, obstetri dan ginekologi, anestesiologi, patologi, rehabilitasi medik, dan kedokteran keluarga layanan primer. Fokus pada beragam disiplin ilmu ini menunjukkan bahwa pemerintah dan akademisi ingin memperkuat fondasi layanan kesehatan dari tingkat dasar hingga penanganan kompleks di rumah sakit rujukan.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah dan Program Dokter Spesialis Keliling

Langkah akademik ini mendapatkan apresiasi tinggi dari jajaran pemerintahan daerah yang merasakan langsung dampak kekurangan tenaga ahli di lapangan. Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan, pihaknya menyambut baik peluncuran program ini, karena dinilai mampu mengakselerasi pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Jateng, maupun Indonesia. Integrasi antara pendidikan dan praktik lapangan menjadi sangat penting agar para lulusan nantinya dapat langsung terserap ke dalam sistem layanan publik.

Program ini juga selaras dengan program cek kesehatan dan pengobatan gratis dari pemerintah pusat serta program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur menegaskan urgensi kecepatan dalam implementasi program ini. "Saya sebagai Gubernur sangat mendukung kegiatan ini. Kiranya ini nanti harus segera ditindaklanjuti. Makin cepat makin bagus, karena saya perlu itu," ucapnya saat menghadiri acara Peluncuran 33 PPDS dan PPDSS baru di UNS. Harapannya, para peserta didik spesialis ini nantinya dapat mengisi kekosongan layanan di desa-desa yang selama ini sulit dijangkau oleh dokter spesialis.

Optimalisasi Jalur Pendidikan Berbasis Universitas dan Rumah Sakit

Untuk mencapai target percepatan yang ambisius, pemerintah kini menerapkan fleksibilitas dalam sistem pendidikan spesialis. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menambahkan bahwa saat ini PPDS dan PPDSS dapat ditempuh melalui jalur universitas atau perguruan tinggi (university based) maupun jalur rumah sakit (hospital based). Skema ganda ini merupakan terobosan untuk memangkas antrean pendidikan spesialis tanpa mengurangi kualitas kompetensi yang dihasilkan.

Yunita juga mendorong adanya keterikatan yang lebih kuat antara penyedia layanan dan pencetak tenaga kerja. "Mari saling bersinergi antara rumah sakit dan perguruan tinggi, untuk memproduksi Dokter Spesialis dan Sub-Spesialis, agar akses terhadap layanan kesehatan semakin mudah bagi masyarakat Jawa Tengah," katanya. Kerja sama ini bertujuan agar rumah sakit tidak hanya menjadi tempat praktik, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan pengembangan keilmuan yang terintegrasi dengan kurikulum universitas.

Misi Pemerataan Tenaga Medis Hingga Wilayah 4T

Di tingkat pusat, penambahan program studi ini dipandang sebagai kewajiban moral untuk menjamin hak kesehatan seluruh warga negara. Tenaga Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Tri Hanggono Achmad, mengatakan pembukaan program studi baru tersebut bukan sekadar penambahan kuota akademik, melainkan sebuah misi kemanusiaan. Pemerintah telah menargetkan percepatan produksi dokter spesialis dan sub spesialis untuk menutupi rasio dokter yang belum ideal, terutama di luar pulau Jawa dan daerah 4T (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Transmigrasi).

Visi pemerataan ini menjadi fokus utama agar layanan dokter spesialis tidak lagi tersentralisasi di kota-kota besar. "Kolaborasi antaruniversitas di Jateng dan DIY ini, adalah bukti nyata sinergi akademisi dalam menjamin kesehatan bangsa. Selain di UNS, kegiatan peluncuran program studi dokter spesialis dan sub spesialis juga dilakukan di beberapa daerah hari ini," ucap Ketua Tim Kajian Kebijakan Pendidikan Tinggi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan itu. Dengan dimulainya 33 program studi baru ini, Indonesia optimistis dapat segera menutup celah kekurangan dokter ahli demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan tangguh di masa depan.

David

David

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Na Daehoon dan Diva Azzura Nikmati Momen Liburan di Seoul

Na Daehoon dan Diva Azzura Nikmati Momen Liburan di Seoul

Akselerasi Produksi Dokter Spesialis Lewat Kolaborasi 5 Kampus Jateng-DIY

Akselerasi Produksi Dokter Spesialis Lewat Kolaborasi 5 Kampus Jateng-DIY

Lampaui Target, Kemdiktisaintek Percepat Cetak Dokter Spesialis di Indonesia

Lampaui Target, Kemdiktisaintek Percepat Cetak Dokter Spesialis di Indonesia

Panduan Memilih & Menemukan Bengkel Mobil Purwakarta Terpercaya

Panduan Memilih & Menemukan Bengkel Mobil Purwakarta Terpercaya

Bengkel Mobil Medan: Tips Memilih & Daftar Rekomendasi Terbaik

Bengkel Mobil Medan: Tips Memilih & Daftar Rekomendasi Terbaik