Pegadaian Borong Penghargaan Finansial Internasional Best Sovereign Sukuk Singapura
- Sabtu, 14 Februari 2026
JAKARTA - Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di kancah global. Kali ini, PT Pegadaian membuktikan tajinya di panggung finansial internasional dengan membawa pulang pengakuan bergengsi dari Singapura. Perusahaan pelat merah ini sukses memborong dua penghargaan utama, yakni “Best Sovereign Sukuk” dan “Best Social Bonds in Asia 2025” dalam ajang 19th Annual Borrower Issuer Awards 2025 yang diselenggarakan di The Fullerton Hotel, Singapura, Kamis, 12 Februari 2026.
Penghargaan yang diberikan oleh Alpha Southeast Asia ini bukan sekadar pajangan di lemari trofi bagi perusahaan. Pencapaian tersebut merupakan sebuah manifestasi nyata dan pengakuan atas keberanian Pegadaian merilis surat utang jumbo senilai Rp 4,457 triliun (setara US$ 278,5 juta). Langkah strategis di pasar modal ini terbukti sangat diminati oleh pasar global, di mana penerbitan instrumen tersebut justru "dihujani" minat investor hingga mencatatkan oversubscribed.
Keberhasilan Instrumen Sukuk dan Obligasi Sosial
Baca JugaPegadaian Borong Penghargaan Finansial Internasional Best Sovereign Sukuk Singapura
Langkah proaktif yang dilakukan oleh PT Pegadaian ini terbagi dalam dua instrumen utama yang memiliki karakteristik berbeda namun saling melengkapi. Pertama adalah Sukuk Mudharabah sebesar Rp 1,752 triliun dan yang kedua adalah Social Bonds (Obligasi Sosial) senilai Rp 1,940 triliun. Strukturisasi yang matang membuat kedua instrumen ini menjadi primadona bagi para pemodal di Asia Tenggara.
Menariknya, seluruh dana yang dihimpun melalui skema pasar modal ini tidak menguap untuk operasional semata. Pihak manajemen telah berkomitmen bahwa dana tersebut dikunci untuk memperkuat napas pelaku UMKM dan pembiayaan mikro di tanah air. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi solusi keuangan bagi masyarakat menengah ke bawah melalui skema yang lebih berkelanjutan dan modern.
Treasury Division Head PT Pegadaian, Luh Putu Andarini, menerima langsung apresiasi tersebut di Singapura. Kehadirannya mewakili manajemen pusat sekaligus menegaskan posisi Pegadaian sebagai emiten yang dipercaya oleh publik internasional. Keberhasilan strukturisasi instrumen ini juga tak lepas dari kolaborasi apik dengan deretan raksasa sekuritas seperti CIMB, BCA, BNI, BRI Danareksa, DBS Vickers, Indo Premier, hingga Mandiri Sekuritas.
Dampak Nyata bagi Inklusi Keuangan di Daerah
Meskipun seremoni penghargaan berlangsung di Singapura, dampak dari suntikan dana global ini dirasakan hingga ke pelosok daerah, termasuk di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Dana yang terhimpun memberikan amunisi baru bagi kantor-kantor wilayah untuk lebih agresif dalam menyalurkan pembiayaan produktif kepada masyarakat yang selama ini sulit menjangkau layanan perbankan konvensional.
Pemimpin Wilayah Kanwil III Sumbagsel PT Pegadaian, Novryandi, menegaskan bahwa pencapaian di Singapura ini menjadi suntikan moral bagi tim di lapangan yang setiap hari berinteraksi langsung dengan nasabah. Menurutnya, status internasional ini meningkatkan rasa percaya diri para karyawan dalam mengedukasi masyarakat mengenai produk-produk inklusif Pegadaian.
"Penghargaan ini adalah bukti fundamental keuangan kita diakui dunia. Bagi kami di Kanwil III, ini penguat semangat untuk terus menghadirkan layanan inklusif bagi pelaku UMKM di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, hingga Bangka Belitung," ujar Novryandi. Pernyataan ini menunjukkan bahwa dana yang dihimpun dari pasar Singapura akan kembali ke rakyat dalam bentuk akses modal yang lebih terjangkau.
Transformasi Pegadaian Menuju Sustainable Finance
Keberhasilan di pasar modal ini akan diterjemahkan menjadi akses modal yang lebih mudah dan luas bagi masyarakat kecil. Transformasi yang dijalankan Pegadaian selama beberapa tahun terakhir telah membuahkan hasil signifikan. Pegadaian tidak lagi sekadar tempat menggadai barang, tapi telah bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan (sustainable finance).
Penggunaan label Social Bonds menunjukkan komitmen perusahaan terhadap aspek ESG (Environmental, Social, and Governance). Pendanaan yang didapat khusus dialokasikan untuk sektor-sektor yang memiliki dampak sosial tinggi, seperti pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro dan pengembangan ekonomi pedesaan. Fokus ini menjadikan Pegadaian sebagai role model dalam penerapan keuangan yang etis dan bertanggung jawab.
Ke depan, Pegadaian tampak kian agresif mengembangkan pendanaan berbasis syariah dan sosial. Potensi pasar syariah yang besar di Indonesia menjadi landasan kuat untuk terus merilis instrumen sukuk di masa mendatang. Fokusnya jelas: menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penguatan fondasi ekonomi paling bawah, yaitu rakyat. Dengan pengakuan dari Alpha Southeast Asia ini, jalan Pegadaian untuk menarik lebih banyak investor global di masa depan terbuka semakin lebar.
David
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
KrediOne Dorong Disiplin Finansial Mahasiswa Cegah Jeratan Pinjol Ilegal
- Sabtu, 14 Februari 2026
Akselerasi Produksi Dokter Spesialis Lewat Kolaborasi 5 Kampus Jateng-DIY
- Sabtu, 14 Februari 2026
Lampaui Target, Kemdiktisaintek Percepat Cetak Dokter Spesialis di Indonesia
- Sabtu, 14 Februari 2026
Seleksi Ketat MAN IC Bengkulu Tengah: Mencetak Generasi Cerdas Berintegritas
- Sabtu, 14 Februari 2026
Berita Lainnya
Akselerasi Produksi Dokter Spesialis Lewat Kolaborasi 5 Kampus Jateng-DIY
- Sabtu, 14 Februari 2026
Lampaui Target, Kemdiktisaintek Percepat Cetak Dokter Spesialis di Indonesia
- Sabtu, 14 Februari 2026







