ALFI Desak Reformasi Logistik Nasional Guna Menekan Lonjakan Harga Pangan Ramadhan
- Senin, 23 Februari 2026
JAKARTA - Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia mendesak pemerintah segera melakukan reformasi logistik guna mengantisipasi lonjakan harga pangan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Langkah strategis ini dinilai sangat krusial mengingat beban distribusi barang seringkali mengalami hambatan teknis yang berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat luas. Pada hari Senin 23 Februari 2026, ALFI menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan antara sektor transportasi dan penyedia komoditas pangan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Urgensi Perbaikan Infrastruktur Logistik Demi Efisiensi Distribusi Bahan Pokok Nasional
Ketua Umum DPP ALFI menekankan bahwa biaya logistik di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang harus segera diselesaikan melalui pembenahan sistem birokrasi dan infrastruktur transportasi. Tingginya biaya kirim barang antarpulau sering kali menyebabkan harga pangan di tingkat konsumen melambung tinggi, terutama saat permintaan meningkat drastis menjelang perayaan hari besar keagamaan. Oleh karena itu, pada Senin 23 Februari 2026, organisasi ini mengusulkan adanya percepatan digitalisasi sistem logistik guna meminimalisir praktik pungutan liar dan biaya tambahan yang tidak perlu.
Baca JugaPetani Desa Embundoa Dan Polri Panen 72 Ton Jagung Program Kapolda
ALFI melihat bahwa rantai pasok yang terlalu panjang menjadi salah satu faktor utama yang menghambat keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat di wilayah pelosok tanah air Indonesia. Pemerintah diminta untuk lebih fokus dalam mengintegrasikan berbagai moda transportasi, mulai dari jalur laut hingga darat, agar distribusi barang bisa berjalan lebih cepat dan murah. Reformasi logistik yang komprehensif akan memberikan jaminan stok pangan yang aman serta harga yang tetap stabil bagi seluruh lapisan rakyat selama menjalani ibadah puasa nanti.
Strategi ALFI Dalam Memitigasi Risiko Kenaikan Harga Pangan Selama Ramadhan
Dalam upaya menekan inflasi pangan, ALFI telah menyiapkan serangkaian rekomendasi taktis bagi pemerintah untuk memastikan kelancaran arus barang di pelabuhan dan pusat pergudangan logistik nasional. Salah satu poin penting yang disampaikan pada Senin 23 Februari 2026 adalah perlunya prioritas akses bagi armada pengangkut sembako agar tidak terjebak dalam kepadatan arus lalu lintas mudik. Koordinasi lintas sektoral antara Kementerian Perhubungan dan instansi terkait lainnya sangat dibutuhkan untuk menciptakan jalur hijau logistik yang efektif bagi kebutuhan primer masyarakat di daerah.
ALFI juga mendorong peningkatan peran pelaku usaha logistik lokal dalam mengelola distribusi pangan di tingkat regional agar biaya operasional dapat ditekan serendah mungkin tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Ketidakpastian pasokan seringkali memicu spekulasi harga di pasar tradisional, sehingga transparansi data arus logistik menjadi hal yang sangat vital untuk diawasi oleh pemerintah secara rutin. Dengan sistem pemantauan yang baik, potensi kelangkaan barang dapat dideteksi sejak dini dan langkah antisipasi dapat segera dilakukan sebelum terjadi gejolak harga yang meresahkan bagi warga.
Kolaborasi Pemerintah Dan Pelaku Usaha Guna Mewujudkan Sistem Logistik Terpadu
Reformasi logistik tidak akan bisa berjalan maksimal tanpa adanya kemauan politik yang kuat dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam memangkas aturan yang tumpang tindih. ALFI siap menjadi mitra strategis dalam memberikan masukan mengenai hambatan lapangan yang dialami para sopir truk dan pengelola jasa kurir saat mendistribusikan komoditas pangan strategis. Pada hari Senin 23 Februari 2026, ditekankan bahwa efisiensi logistik merupakan kunci utama bagi ketahanan pangan nasional yang mandiri serta berdaya saing tinggi di kancah global.
Pemanfaatan gudang-gudang logistik di dekat pasar pusat distribusi juga harus dioptimalkan untuk memangkas waktu tempuh pengiriman barang yang selama ini sering terkendala masalah kemacetan di jalan raya. Insentif bagi pengusaha logistik yang fokus pada pengiriman bahan pokok juga patut dipertimbangkan sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional kita. Hanya melalui kerja sama yang erat antara semua pemangku kepentingan, target harga pangan murah yang dicanangkan pemerintah dapat terealisasi secara nyata dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.
Tantangan Global Dan Dampaknya Terhadap Ketahanan Logistik Pangan Di Indonesia
Situasi ekonomi global yang tidak menentu saat ini turut memberikan tekanan pada biaya operasional industri logistik nasional, terutama terkait fluktuasi harga bahan bakar minyak dunia yang tidak stabil. ALFI mengingatkan bahwa ketergantungan pada komponen impor dalam industri transportasi harus dikurangi melalui inovasi teknologi dan penggunaan energi alternatif yang lebih murah serta ramah terhadap lingkungan sekitar. Pada hari Senin 23 Februari 2026, perlunya penguatan ekosistem logistik domestik menjadi salah satu topik krusial dalam diskusi mengenai masa depan ekonomi pangan di negara kepulauan Indonesia.
Digitalisasi proses administrasi di pelabuhan atau e-logistics harus terus dikembangkan secara masif agar tidak ada lagi antrean panjang yang menghambat waktu bongkar muat bahan pangan esensial. Efisiensi waktu di pelabuhan akan berkontribusi besar dalam menurunkan biaya modal para pelaku usaha sehingga mereka tidak perlu menaikkan harga jual produk di tingkat konsumen akhir. ALFI optimis bahwa jika reformasi logistik ini dijalankan dengan serius, maka ancaman kenaikan harga pangan pada Ramadhan tahun 2026 ini dapat ditekan hingga level yang paling minimum.
Harapan Masyarakat Terhadap Kepastian Stok Dan Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
Masyarakat sangat mengharapkan adanya tindakan nyata dari pemerintah dan pelaku industri logistik untuk menjamin ketersediaan barang di pasar tanpa adanya drama kelangkaan yang sering berulang. Setiap kenaikan harga seribu rupiah pun akan sangat terasa bagi daya beli keluarga menengah ke bawah, sehingga stabilitas logistik harus menjadi prioritas utama kebijakan ekonomi negara. Senin 23 Februari 2026 menjadi momentum pengingat bagi kita semua bahwa urusan logistik adalah urusan perut rakyat yang tidak boleh disepelekan oleh pihak manapun dalam pemerintahan saat ini.
Keberhasilan dalam mengelola arus barang selama bulan Ramadhan akan menjadi tolok ukur kesuksesan reformasi logistik yang selama ini didorong oleh asosiasi profesi seperti pihak ALFI. Semua pihak berharap agar ibadah puasa tahun ini dapat dijalani dengan tenang tanpa dibayang-bayangi oleh mahalnya harga beras, minyak goreng, gula, dan komoditas pangan utama lainnya di pasar. ALFI berkomitmen untuk terus mengawal jalannya arus logistik nasional demi mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia dalam mencapai kemakmuran dan kedaulatan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
David
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Petani Tembakau Mendesak Regulasi Adil Guna Melindungi Keberlangsungan Komoditas Lokal
- Senin, 23 Februari 2026
Perjuangan Menembus Batas Logistik Untuk Huntara Di Bulan Ramadan Wilayah Aceh
- Senin, 23 Februari 2026
ALFI Desak Reformasi Logistik Nasional Guna Menekan Lonjakan Harga Pangan Ramadhan
- Senin, 23 Februari 2026
Berita Lainnya
Pemerintah Siapkan 6 Ruas Tol Fungsional Tanpa Tarif Mendukung Arus Mudik Lebaran 2026
- Senin, 23 Februari 2026
Tarawih Kilat 23 Rakaat Hanya 6 Menit di Indramayu Tarik Perhatian Publik
- Senin, 23 Februari 2026
Indonesia Dorong Pengembangan AI Berpusat pada Manusia dan Etika Nasional Inklusif
- Senin, 23 Februari 2026
Petani Tembakau Mendesak Regulasi Adil Guna Melindungi Keberlangsungan Komoditas Lokal
- Senin, 23 Februari 2026









