PLN Rampungkan Proyek Elektrifikasi Kereta ECRL Malaysia Lebih Cepat dari Target

PLN Rampungkan Proyek Elektrifikasi Kereta ECRL Malaysia Lebih Cepat dari Target
PLN Rampungkan Proyek Elektrifikasi Kereta ECRL Malaysia Lebih Cepat dari Target

JAKARTA - Keikutsertaan perusahaan Indonesia dalam proyek infrastruktur internasional kembali menunjukkan hasil positif. 

Melalui keterlibatan dalam pembangunan sistem elektrifikasi jalur kereta di Malaysia, PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) berhasil menuntaskan sejumlah pekerjaan lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian penting dari upaya ekspansi global PLN Group di sektor ketenagalistrikan. Selain memperlihatkan kemampuan teknis perusahaan dalam proyek berskala internasional, capaian ini juga menunjukkan kontribusi Indonesia dalam pembangunan transportasi rendah karbon di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga

Tren Positif Penjualan Mobil Menjadi Indikator Kekuatan Industri Otomotif

Percepatan penyelesaian proyek elektrifikasi ini diharapkan dapat memperkuat reputasi PLN sebagai perusahaan energi yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur transportasi modern yang ramah lingkungan.

Dua Titik Proyek Elektrifikasi ECRL Rampung Lebih Cepat

Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui anak usahanya PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC), berhasil menyelesaikan dua titik proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

Adapun kedua titik tersebut ialah Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan yang diselesaikan 15 hari lebih awal dari jadwal dan FS 09 di Jambu Rias, Pahang, yang juga mencatat percepatan signifikan dengan rampung satu bulan lebih cepat dari target.

Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam keterangan di Jakarta, Minggu menegaskan bahwa keberhasilan dalam proyek tersebut merupakan wujud konkret transformasi dan ekspansi global PLN.

"Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional. Dengan kompetensi teknis dan pengalaman di bidang kelistrikan yang dimiliki, kami yakin mampu menyelesaikan proyek sesuai standar internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa di level dunia," jelasnya.

Peran PLN dalam Konsorsium Proyek ECRL

Keterlibatan PLN dalam proyek ini sekaligus menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam mendukung infrastruktur transportasi rendah karbon di kawasan Asia Tenggara.

Dalam proyek ECRL, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). Ada pun, PLN NP berperan dalam pengadaan peralatan utama, sementara PLN NPC berperan juga dalam pengadaan peralatan pendukung dan mengeksekusi pekerjaan konstruksi sekaligus pelaksanaan komisioning.

Secara teknis, PLN Group mengerjakan empat dari total 10 Feeder Station dalam proyek ECRL, yakni FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek ini dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada Juni 2026.

Penyelesaian proyek yang lebih cepat dari target, mendapat apresiasi dari Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner (PDP) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan.

Apresiasi dari Tenaga Nasional Berhad

Head Project Management Office TNB, Azreen Bin Othman menyampaikan penyelesaian koneksi dari Pencawang Masuk Utama (Gardu Induk) Tunjung hingga FS 01 dan FS 09 menjadi bagian krusial dalam sistem elektrifikasi ECRL.

"Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas," ujarnya.

Diketahui, ECRL merupakan proyek kereta listrik jalur ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan.

Proyek ini sepenuhnya menggunakan tenaga elektrik untuk operasional penumpang dan kargo serta diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga satu juta ton CO? per tahun saat mulai beroperasi pada 2027.

Azreen menambahkan, pihaknya berharap kinerja tersebut dapat berlanjut pada proyek-proyek berikutnya.

"Kami sangat puas dengan hasilnya dan berharap pencapaian luar biasa ini dapat terus berlanjut pada proyek-proyek berikutnya di Pencawang Seberang Jerteh dan Gombak,” tambahnya.

Bukti Kapabilitas Perusahaan Indonesia di Proyek Global

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menambahkan bahwa penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti kapabilitas perusahaan dalam proyek strategis lintas negara.

"Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional," ujar Ruly.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction, Djarot Hutabri menjelaskan bahwa PLN NPC telah memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di bidang pembangkitan dan transmisi. Pengalaman tersebut menjadi fondasi dalam mengerjakan proyek elektrifikasi ECRL di Malaysia.

Ia memastikan PLN NPC siap melaksanakan design and build untuk elektrifikasi Feeder Station ECRL yang mencakup pembangunan 132 kV Switching Station, instalasi Overhead Transmission Line (OHL) dan Underground Cable sepanjang 3 kilometer, serta pekerjaan pendukung lainnya demi memastikan proyek tersebut dikerjakan tepat waktu dan berstandar tinggi.

"Capaian ini mencerminkan kapabilitas, profesionalisme, dan komitmen seluruh insan PLN NPC dalam menghadirkan layanan konstruksi ketenagalistrikan yang andal, tepat waktu, dan berstandar global. Apresiasi dari TSG dan TNB menjadi bukti bahwa kami mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis," pungkas Djarot.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Eagle High Plantations Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap 4 Tahun 2026

Eagle High Plantations Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap 4 Tahun 2026

Hunian Komersial PKG Berpotensi Tinggi, Subsidi Tetap Stabil Dan Berkualitas

Hunian Komersial PKG Berpotensi Tinggi, Subsidi Tetap Stabil Dan Berkualitas

BYD Kembangkan Infrastruktur Cepat Isi Baterai Mobil Listrik 2026

BYD Kembangkan Infrastruktur Cepat Isi Baterai Mobil Listrik 2026

PGN Optimalkan Layanan Gas Dan LNG Dengan Keandalan Sistem Tinggi

PGN Optimalkan Layanan Gas Dan LNG Dengan Keandalan Sistem Tinggi

Strategi Chandra Asri Tingkatkan Nilai Tambah Domestik Dan Daya Saing Regional

Strategi Chandra Asri Tingkatkan Nilai Tambah Domestik Dan Daya Saing Regional