Insiden Boeing 737 vs Drone: Keamanan Udara Terancam Kontak Fisik
JAKARTA – Insiden Boeing 737 tabrak drone memicu kekhawatiran keamanan udara setelah pilot melaporkan adanya kontak fisik yang terjadi secara mendadak saat penerbangan.
Wilayah udara komersial kembali diguncang isu keamanan setelah sebuah pesawat jet penumpang melaporkan benturan dengan objek tak berawak.
Kejadian ini bermula ketika awak kokpit merasakan getaran tidak biasa saat berada di jalur pendaratan yang seharusnya steril dari benda asing.
"Pesawat Boeing 737 yang kami operasikan mengalami kontak fisik dengan sebuah drone di udara, dan kami telah melaporkan detail koordinatnya kepada menara pengawas," ujar Kapten Harris, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).
Harris berpendapat, bahwa peningkatan jumlah drone sipil di sekitar area bandara telah mencapai titik yang sangat membahayakan keselamatan operasional penerbangan komersial dunia.
Laporan awal menunjukkan bahwa objek tersebut terbang jauh di atas batas ketinggian yang diizinkan untuk perangkat kendali jarak jauh hobi.
Investigasi internal saat ini sedang difokuskan pada penilaian kerusakan struktural yang mungkin timbul pada bagian luar badan pesawat akibat benturan tersebut.
Tim teknis langsung melakukan inspeksi menyeluruh setelah roda pesawat menyentuh landasan pacu untuk memastikan tidak ada kebocoran pada sistem hidrolik.
Pihak otoritas penerbangan sedang mengumpulkan data radar guna melacak lokasi pengendali drone yang nekat mengoperasikan alatnya di jalur aktif tersebut.
Insiden ini diprediksi akan mempercepat penerapan regulasi lebih ketat terkait penggunaan sistem identifikasi jarak jauh bagi semua pemilik drone di wilayah tersebut.
Otoritas berwenang menegaskan bahwa gangguan sekecil apa pun di jalur udara bisa berakibat fatal bagi keselamatan transportasi massal.