Breaking

Evakuasi Dukono: 1 Tewas dan Pencarian 2 WNA Singapura Berlanjut

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Senin, 11 Mei 2026
Evakuasi Dukono: 1 Tewas dan Pencarian 2 WNA Singapura Berlanjut
Tim SAR gabungan saat berada di puncak gunung api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara untuk melakukan evakuasi tiga korban meninggal imbas erupsi

TOBELO - Tim pencari dan penyelamat gabungan Halmahera Utara telah berhasil menemukan satu dari tiga pendaki Gunung Dukono yang hilang, Sabtu (9/5), usai gunung berapi ini meletus sehari sebelumnya.

Pendaki yang ditemukan telah meninggal dunia ini adalah warga negara Indonesia.

Demikian disampaikan Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani di Pos Pemantauan Gunung Dukono di Tobelo, Halmahera Utara, Sabtu (9/5/2026).

Saat ini pemakaman sedang dievakuasi.

Dengan demikian, masih ada dua pendaki yang merupakan warga Singapura yang belum ditemukan.

Iwan menambahkan, tim pencari telah menangkap sinyal personal locator beacon (PLB) yang dibawa salah seorang pendaki asal Singapura yang masih hilang.

Sinyal ini yang menjadi rujukan titik lokasi pencarian tim penyelamat.

Namun, proses pencarian tiga pendaki yang hilang terhambat oleh letusan yang masih berlangsung, material vulkanik yang panas, dan hujan lebat sehingga membahayakan tim pencari.

Sementara itu, sebanyak 15 pendaki yang selamat dari letusan Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, diangkat setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan medis.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu mengatakan, para pendaki yang selamat terdiri dari tujuh warga negara asing (WNA) asal Singapura dan delapan warga negara Indonesia (WNI) yang sebagian besar berasal dari Ternate.

“Para pendaki yang selamat langsung kami arahkan untuk pulang,” kata Erlichson saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026), dilansir Tribun Ternate.

Ia menjelaskan, seluruh pendaki sebelumnya telah menjalani pemeriksaan medis dan dinyatakan dalam kondisi sehat sebelum ditarik.

“Berdasarkan pendataan, para pendaki WNI semuanya berasal dari Ternate sehingga langsung kami arahkan untuk pulang,” ujarnya.

Sedangkan tujuh WNA asal Singapura diminta kembali ke Ternate sebelum melanjutkan perjalanan ke negara asal mereka.

“Hari ini kami sudah meminta mereka kembali. Tujuh WNA saat ini sudah berada di Sofifi, sementara delapan WNI juga ikut kembali ke Ternate,” kata Erlichson.

Sebelumnya Kompas.com melaporkan, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menyampaikan, para pendaki yang selamat umumnya mengalami luka bakar ringan akibat paparan material vulkanik.

“Sepuluh orang dirawat di RSUD Tobelo, tiga WNI dan tujuh warga negara Singapura. Hasil pemeriksaan kesimpulan semua rawat jalan. Rata-rata alami luka bakar,” ujar Piet.

Setelah mendapat perawatan medis, para korban sempat ditempatkan di penginapan di Tobelo untuk pemulihan singkat sebelum melanjutkan perjalanan.

Tujuh WNA Singapura diadakan menuju Sofifi, kemudian ke Ternate, sebelum melanjutkan penerbangan ke Jakarta dan kembali ke Singapura.

Meski sebagian besar pendaki telah dievakuasi, upaya pencarian pendaki yang belum ditemukan masih dilakukan.

“Sebagaimana penjelasan Kepala Basarnas, masih ada pendaki yang belum ditemukan. Mudah-mudahan mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Piet.

Dari total 20 pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono saat letusan terjadi pada Jumat (8/5/2026), sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi hari itu juga.

Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian di tengah tantangan medan dan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua