Breaking

Pemda Perlu Sesuaikan Penjurusan Sekolah dengan Kebutuhan Industri

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Selasa, 12 Mei 2026
Pemda Perlu Sesuaikan Penjurusan Sekolah dengan Kebutuhan Industri
Siswa dari berbagai SMK mengikuti ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dalam bidang Otomotif. (Sumber : NET)

TANGERANG - Praktisi pendidikan dari USG Education Campus BSD Tangerang, Ariyani Mawardi, memberikan penilaian bahwa pemerintah daerah perlu melakukan pembahasan mengenai penyesuaian penjurusan di sekolah dengan kebutuhan industri.

Langkah ini dipandang krusial guna menekan angka pengangguran serta mempercepat proses penyerapan tenaga kerja muda di pasar kerja.

Ariyani memaparkan bahwa kebutuhan dunia industri saat ini mulai mengalami pergeseran menuju bidang yang berbasis teknologi, terutama komputer, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga sektor otomotif.

Meski demikian, ia memberikan penekanan bahwa tiap wilayah memiliki karakteristik industri yang unik sehingga penyesuaian penjurusan tersebut tidak dapat disamaratakan antar daerah.

“Setiap daerah punya kebutuhan industri yang berbeda-beda. Karena itu jurusan di sekolah dan kampus juga harus menyesuaikan kebutuhan wilayah masing-masing,” kata Ariyani di Tangerang Selasa.

Ia juga memberikan dorongan agar instansi sekolah dan kampus lebih banyak menyediakan program magang dengan konsep proyek nyata agar pelajar memiliki pengalaman kerja sebelum kelulusan.

Pengalaman kerja nyata tersebut dianggap akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi para lulusan saat mulai memasuki dunia kerja profesional.

Selain itu, Ariyani berpendapat bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor industri harus diperkuat supaya para lulusan dapat terserap lebih cepat oleh pasar kerja.

“Kalau sekolah dan industri punya kerja sama yang kuat, maka lulusan akan lebih siap kerja dan mudah terserap,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Banten menyatakan akan melaksanakan evaluasi terhadap sejumlah jurusan di SMK yang dinilai memiliki tingkat penyerapan kerja yang rendah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin, menyebutkan beberapa jurusan yang tengah dikaji meliputi sekretaris, ketatausahaan, akuntansi, serta Teknik Komputer dan Jaringan.

Ia memberikan penegasan mengenai pentingnya implementasi konsep link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha demi mencegah lulusan SMK menyumbang angka pengangguran.

Selain itu, terdapat rencana untuk mengurangi atau menghapus jurusan yang tidak lagi produktif dan menggantinya dengan program keahlian seperti teknik spesifik, manufaktur, hingga pengelasan.

"Kami juga akan mendorong perluasan kemitraan antara SMK dan industri guna menciptakan lulusan yang siap kerja dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan," katanya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua