Breaking

Decky Degei: Keterbatasan Bukan Halangan Jadi Komandan Upacara

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Selasa, 12 Mei 2026
Decky Degei: Keterbatasan Bukan Halangan Jadi Komandan Upacara
Siswa kelas X SMA Mepa Boarding School, Decky Degei saat memimpin upacara Hardiknas di Nabire, Papua Tengah (Sumber: NET)

JAYAPURA - Identitas Decky Degei yang merupakan pelajar SMA Mepa Boarding School di Nabire Barat, Papua Tengah, kini tengah ramai dibicarakan di jagat maya usai videonya saat bertugas sebagai komandan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 menjadi viral.

Walaupun hanya mempunyai satu kaki, Decky terlihat berdiri dengan sangat kokoh saat memimpin jalannya upacara tanpa bantuan tongkat ataupun alat penopang lainnya.

“Saya tidak takut, tapi saya justru senang. Biar saya ada keterbatasan tapi saya senang karena akan tampil di depan gubernur dan teman-teman. Keterbatasan ini tidak menghalangi saya untuk beraktivitas seperti teman-teman lainnya,” kata Decky.

Pelajar yang berasal dari Kabupaten Paniai ini sanggup berdiri tegak selama kurang lebih 40 menit di bawah sengatan sinar matahari demi memimpin prosesi upacara tersebut.

Decky tetap menunjukkan sikap sempurna yang luar biasa sebagai seorang pemimpin upacara, bahkan di saat para peserta yang lain sedang duduk menyimak amanat pembina upacara.

Decky menjelaskan bahwa persiapan yang ia lakukan untuk mengemban tanggung jawab sebagai komandan upacara tergolong sangat cepat.

Penunjukan dirinya baru dilakukan pada tanggal 30 April 2026, yang mana ia kemudian langsung menjalani latihan intensif bersama rekannya, Daniel Yeimo.

“Saya ditunjuk jadi komandan upacara itu hari Kamis 30 April, jadi Daniel Yeimo yang latih saya untuk pimpin upacara. Latihan juga kami hanya dua hari Kamis dengan Jumat karena besoknya sudah tampil,” ujarnya.

Meskipun ini adalah pengalaman perdananya sebagai komandan upacara, Decky menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa cemas.

Dirinya justru merasa sangat terhormat karena bisa menunjukkan kemampuannya di hadapan Pj Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, serta seluruh peserta upacara.

Decky menceritakan bahwa ia terlahir dengan kondisi fisik yang normal di Kampung Ekauwiya, Distrik Topiyai, Paniai.

Namun, sebuah kecelakaan yang menimpanya di wilayah Argapura saat ia masih berumur empat tahun mengakibatkan kaki kirinya terpaksa harus diamputasi.

“Saya itu lahir normal sampai umur 4 tahun saya kecelakaan di Argapura, jadi setelah itu saya punya kaki harus diamputasi,” katanya.

Pasca kejadian memilukan tersebut, Decky memilih kembali ke Paniai untuk berlatih berjalan kembali serta membiasakan diri dengan keadaan fisiknya yang baru.

Ia tidak pernah patah semangat dan terus gigih melanjutkan pendidikannya sebagaimana anak-anak sekolah pada umumnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua