Arab Saudi Resmi Tetapkan Hari Arafah 26 Mei & Idul Adha 27 Mei 2026
- Senin, 18 Mei 2026
ARAB SAUDI - Mahkamah Agung Pemerintah Arab Saudi secara resmi telah menetapkan bahwa Hari Arafah 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah bertepatan pada Selasa, 26 Mei 2026.
Dengan ketetapan ini, perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H di wilayah Arab Saudi bakal dilaksanakan pada Rabu, 27 Mei 2026.
Keputusan tersebut diambil usai hilal bulan Dzulhijjah berhasil dipantau di sejumlah titik wilayah Kerajaan Arab Saudi pada Ahad (17/5/2026) malam.
Baca JugaBMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Kilat di Sejumlah Wilayah Sumut
Ketetapan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian puncak ibadah haji tahun 2026 yang kegiatannya dipusatkan di wilayah Arafah, Muzdalifah, serta Mina.
Saudi Press Agency menyiarkan pengumuman resmi dari Mahkamah Agung Arab Saudi tersebut pada Senin (18/5/2026).
Melalui pernyataan tertulisnya, Mahkamah Agung menetapkan Senin, 18 Mei 2026, sebagai tanggal 1 Dzulhijjah 1447 H setelah laporan kesaksian rukyat hilal berhasil diverifikasi dan diterima dalam sidang resmi.
Pihak Mahkamah Agung Arab Saudi memaparkan bahwa Departemen Rukyat Hilal sebelumnya sudah melangsungkan sidang khusus guna menampung laporan pemantauan hilal dari berbagai daerah di Arab Saudi.
Setelah memeriksa kesaksian dari para perukyat yang melihat hilal, Mahkamah Agung memutuskan bahwa awal bulan Dzulhijjah dimulai pada Senin, 18 Mei 2026.
Melalui keputusan tersebut, maka Hari Arafah atau 9 Dzulhijjah bertepatan pada Selasa, 26 Mei 2026.
Kemudian Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah bertepatan pada Rabu, 27 Mei 2026.
Di dalam pernyataan resminya, Mahkamah Agung turut melayangkan doa kepada Allah SWT agar Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud beserta Putra Mahkota Mohammed bin Salman memperoleh balasan paling baik atas dedikasi pelayanan mereka kepada para tamu Allah atau jamaah haji.
Mahkamah Agung juga memanjatkan doa supaya seluruh jemaah diberikan kelancaran, kenyamanan, serta keselamatan selama menunaikan ibadah haji pada tahun ini.
Melansir informasi dari Saudi Gazette, maklumat mengenai awal Dzulhijjah ini menjadi penanda legal dimulainya tahapan paling krusial dalam pelaksanaan ibadah haji 1447 H.
Ribuan petugas haji beserta bermacam instansi pelayanan di Arab Saudi saat ini tengah memasuki persiapan tahap akhir menjelang pelaksanaan wukuf di Padang Arafah yang merupakan rukun paling utama dalam ibadah haji.
Pihak Pemerintah Arab Saudi pun terus membenahi pelayanan digital beserta sistem pengaturan pergerakan jemaah demi meminimalkan kepadatan di lokasi-lokasi utama ibadah.
Dalam periode beberapa tahun belakangan, Arab Saudi memprioritaskan modernisasi berskala besar pada sistem pelayanan haji dan umrah, mencakup aspek transportasi, manajemen kerumunan massa, hingga penyediaan layanan digital yang berbasis aplikasi.
Hari Arafah sendiri dikenal sebagai salah satu momentum paling krusial di dalam kalender Islam.
Pada tanggal 9 Dzulhijjah tersebut, jutaan jemaah haji bakal berkumpul di area Padang Arafah guna menunaikan ibadah wukuf.
Di dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Haji adalah Arafah.”
Potongan hadis tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan wukuf di Padang Arafah menjadi esensi paling utama dari seluruh rangkaian ibadah haji.
Oleh sebab itu, situasi di Arafah pada setiap tahunnya selalu menarik perhatian dari seluruh dunia Islam.
Di dalam buku Fiqih Sunnah karangan Sayyid Sabiq dijabarkan bahwa Hari Arafah merupakan waktu yang sangat disarankan bagi umat Islam yang sedang tidak menunaikan ibadah haji untuk mengintensifkan doa, zikir, istighfar, serta melaksanakan puasa sunnah.
Sementara itu, di dalam kitab Riyadhus Shalihin karangan Imam Nawawi diungkapkan bahwa ibadah puasa Arafah mempunyai keutamaan yang sangat besar lantaran sanggup menghapuskan dosa setahun yang lalu sekaligus setahun sesudahnya.
Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)
Menilik dari kalender haji yang dirilis Arab Saudi, berikut ini merupakan rangkaian jadwal puncak ibadah haji 1447 H:
Pada 8 Dzulhijjah 1447 H yang bertepatan dengan Senin, 25 Mei 2026, para jemaah mulai bergerak menuju kawasan Mina untuk melaksanakan masa tarwiyah.
Pada 9 Dzulhijjah 1447 H yang bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026, jemaah melaksanakan wukuf di Padang Arafah sebagai puncak dari ibadah haji.
Pada malam hari tanggal 10 Dzulhijjah, jemaah haji bergeser menuju Muzdalifah guna menjalani mabit sekaligus mengumpulkan batu untuk melontar jumrah.
Pada 10 Dzulhijjah 1447 H yang bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026, umat Islam merayakan Idul Adha bersamaan dengan prosesi melontar jumrah aqabah serta penyembelihan hewan kurban oleh jemaah.
Pada tanggal 11 sampai 13 Dzulhijjah merupakan Hari Tasyrik dan waktu pelaksanaan ibadah melontar jumrah di kawasan Mina.
Seluruh rangkaian inti dari puncak haji diprediksikan bakal selesai pada tanggal 30 Mei 2026.
Di samping mempersiapkan agenda musim haji, pihak Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga merilis kalender resmi untuk musim umrah 1448 H.
Mengacu pada kalender resmi keluaran kementerian tersebut, proses penerbitan visa umrah sekaligus kedatangan bagi jemaah internasional bakal dimulai pada 31 Mei 2026.
Para jemaah juga sudah bisa mengakses pengajuan izin umrah lewat platform aplikasi Nusuk mulai tanggal 1 Juni 2026.
Pihak kementerian menetapkan beberapa poin regulasi, di antaranya batas akhir untuk proses penerbitan visa umrah disepakati pada 9 Maret 2027.
Selanjutnya, batas paling akhir bagi jemaah umrah untuk memasuki wilayah Arab Saudi yaitu pada 23 Maret 2027.
Sedangkan untuk jadwal kepulangan paling akhir bagi jemaah umrah ditetapkan pada tanggal 7 April 2027.
Pihak Pemerintah Arab Saudi mengimbau agar seluruh korporasi penyedia layanan umrah beserta agen perjalanan di luar negeri mematuhi lini masa dan regulasi yang sudah ditetapkan tersebut.
Dalam beberapa tahun belakangan, Arab Saudi getol mengakselerasi transformasi dalam melayani jemaah melalui cetak biru Saudi Vision 2030.
Bermacam fasilitas anyar didirikan di area Mina, Arafah, hingga Masjidil Haram demi mendongkrak kenyamanan para jemaah.
Implementasi sistem transportasi cerdas, fasilitas kesehatan digital, instalasi pendingin udara raksasa, hingga tata kelola kerumunan berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai dipraktikkan selama berlangsungnya musim haji.
Di dalam buku Manasik Haji dan Umrah karangan Ali Mustafa Yaqub dipaparkan bahwa kemudahan dalam pelayanan haji menjadi bagian yang sangat vital untuk menjaga keselamatan para jemaah mengingat ibadah haji ini mempertemukan jutaan manusia dalam waktu yang bersamaan.
Oleh karena itu, penetapan Hari Arafah beserta Idul Adha bukan cuma sekadar penanda di dalam kalender Islam, melainkan juga titik awal dari salah satu momentum berkumpulnya spiritual terbesar umat manusia di dunia.
Ganis Akjul Karyawati
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Update Harga BBM Pertamina 11 April 2026 Stabil di Seluruh Wilayah Indonesia
- Sabtu, 11 April 2026
Daftar 5 Rumah Subsidi Balikpapan Murah 2026 Dekat Kawasan Penyangga IKN Baru
- Sabtu, 11 April 2026
Harga TBS Sawit Kalteng Maret 2026 Naik Usia Produktif Capai Rp3773 per Kg
- Sabtu, 11 April 2026
KUR BRI 2026 Hadir Dengan Struktur Bunga Simulasi Angsuran Syarat Pengajuan
- Sabtu, 11 April 2026





.jpg)





