Uji Emisi Gratis di Jaksel Sasar 1.700 Kendaraan Selama 2026
JAKARTA - Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan (Jaksel) menetapkan sasaran sebanyak 1.700 kendaraan untuk mengikuti uji emisi tanpa dipungut biaya selama tahun 2026 guna menekan polusi udara dari asap pembuangan kendaraan bermotor.
"Kendaraan yang telah melakukan uji emisi nantinya akan tercatat dalam aplikasi e-Uji Emisi. Hal itu juga dapat menjadi bukti apabila uji emisi diberlakukan untuk keperluan lainnya," kata Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Suku Dinas LH Jakarta Selatan Tuty Ernawati Sapardin di Jakarta, Senin (18/05/2026).
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan uji emisi tersebut digelar guna memastikan kadar polutan dari knalpot kendaraan tidak melebihi ambang batas yang telah ditetapkan.
Ia menerangkan bahwa sasaran 1.700 kendaraan tersebut dibagi ke dalam empat triwulan.
Pada triwulan I, jumlah targetnya adalah 200 kendaraan, sedangkan untuk triwulan II, III, dan IV masing-masing ditetapkan sebanyak 500 kendaraan.
Menurut dia, guna mengejar capaian itu, Suku Dinas LH Jakarta Selatan akan menyelenggarakan uji emisi berkala di 10 kantor kecamatan di seluruh Jakarta Selatan dengan menyasar 100 kendaraan pada setiap kegiatannya.
"Uji emisi juga dilakukan melalui kegiatan penaatan hukum dan program pendukung lainnya," ujar Tuty.
Di sisi lain, pencapaian uji emisi pada tahun sebelumnya justru berhasil melampaui target yang telah ditentukan.
Pada tahun 2025, sasaran awalnya hanya 1.500 kendaraan, akan tetapi mendekati akhir triwulan IV, jumlah kendaraan yang berpartisipasi dalam uji emisi malah menyentuh angka hampir 2.000 unit.
"Tahun lalu, targetnya 1.500 kendaraan, tetapi hingga akhir triwulan IV, hampir 2.000 kendaraan telah melakukan uji emisi. Mudah-mudahan, tahun ini jumlahnya bisa lebih banyak lagi," ungkap Tuty.
Ia pun mengimbau segenap warga agar melakukan pemeriksaan emisi kendaraan mereka secara rutin minimal satu kali dalam setahun.
"Langkah ini penting untuk mendukung terciptanya kualitas udara yang lebih baik di Jakarta," imbuh Tuty.