Pertamina Tambah Pasokan 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Saat Libur
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan penambahan distribusi pasokan LPG subsidi ukuran 3 kilogram (kg) hingga menyentuh 5,8 juta tabung guna memenuhi kebutuhan warga di seluruh Indonesia selama masa libur panjang pekan ini.
Melalui rilis resminya di Jakarta pada hari Minggu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengonfirmasi bahwa penyaluran kuota tambahan yang bersifat situasional ini disuplai bertahap ke beberapa wilayah berdasarkan pertimbangan grafik konsumsi serta tingkat keperluan warga.
"Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ketahanan dan keandalan pasokan energi, khususnya LPG subsidi bagi masyarakat yang berhak," ujarnya.
Roberth menerangkan bahwa peningkatan volume distribusi sengaja diberlakukan guna mengantisipasi lonjakan konsumsi gas melon tersebut, khususnya pada sektor domestik rumah tangga saat momen libur panjang tiba.
"Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran LPG 3 kg secara nasional sebanyak 5,8 juta tabung. Langkah ini kami lakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi LPG subsidi berjalan lancar di seluruh wilayah," sebut Roberth.
Ia juga mengimbau agar konsumen selalu membeli LPG 3 kg secara bijak sesuai aturan serta tidak melakukan aksi borong secara berlebihan agar proses penyaluran dapat berjalan adil sekaligus mengenai sasaran yang tepat.
"LPG 3 kg merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, usaha mikro, nelayan sasaran, dan petani sasaran. Kami mengajak masyarakat mampu untuk menggunakan LPG nonsubsidi Bright Gas agar subsidi energi lebih tepat sasaran," jelasnya.
Pihak Pertamina Patra Niaga dipastikan akan terus melakukan koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah serta jaringan agen hingga pangkalan supaya pengiriman stok tambahan ini mengalir lancar selama pekan liburan.
"Masyarakat dapat memperoleh informasi terkait layanan dan produk Pertamina melalui Pertamina Contact Center 135," ujar Roberth.