Air Terjun Kroya Bali Jadi Lokasi Loncat Tebing Internasional 2026
BULELENG - Kawasan Air Terjun Kroya yang terletak di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, ditetapkan sebagai arena utama pelaksanaan ajang bergengsi Red Bull Cliff Diving World Series 2026.
Kompetisi olahraga ekstrim aksi loncat tebing akrobatik berkualifikasi internasional tersebut diselenggarakan mulai hari Rabu (20/5/2026) hingga Sabtu (23/5/2026).
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengungkapkan, penunjukan destinasi Air Terjun Kroya sebagai tempat kejuaraan level global ini memegang andil sebagai momentum emas demi memperkenalkan khazanah potensi pelesiran wilayah Bali bagian utara menuju panggung dunia.
“Ini sebuah kehormatan bagi kami karena para diver dari seluruh dunia akan hadir di Buleleng,” kata dia saat membuka kegiatan di kawasan Hotel Singaraja, Selasa (19/5/2026) malam.
Destinasi Air Terjun Kroya selama ini tersohor sebagai salah satu titik destinasi petualangan alam di Buleleng yang kerap difavoritkan para pelancong untuk melakoni olahraga penyusuran sungai atau canyoning serta aktivitas pemacu adrenalin lainnya.
Titik lokasinya berada di teritorial Sambangan yang juga mengantongi koleksi jajaran air terjun indah lainnya, termasuk di antaranya objek Air Terjun Aling-Aling.
Seturut pandangan Sutjidra, eksistensi dari pagelaran kejuaraan internasional tersebut ditargetkan mampu mendongkrak angka arus kedatangan para turis sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif berbasis pariwisata di kawasan Bali utara.
“Kami tidak hanya memiliki air terjun, tetapi juga wisata lumba-lumba, wisata budaya, serta berbagai destinasi lain yang tidak kalah dengan Bali Selatan,” ujarnya.
Ia memaparkan bahwa wilayah Kabupaten Buleleng mengantongi kekayaan sedikitnya 17 titik air terjun yang dibekali oleh keunikan karakteristik yang beraneka rupa di mana selama ini konsisten menjadi magnet pemikat wisata alam.
Melalui perantara momentum Red Bull Cliff Diving World Series 2026, jajaran otoritas pemerintah daerah menaruh ekspektasi agar konstelasi Bali utara kian kokoh diakui sebagai pusat tujuan wisata petualangan serta olahraga alam terbuka di kancah global.
Sementara itu, teritorial Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah sukses terpilih mengemban amanat sebagai pemangku hajat tuan rumah dari ajang kejuaraan olahraga ekstrem dunia tersebut.
Rangkaian seri pembuka kalender musim kompetisi 2026 itu dijadwalkan bergulir di Pulau Dewata pada kurun waktu 20-23 Mei 2026.
Di samping memanfaatkan area Air Terjun Kroya, jalannya perlombaan kompetisi ini juga bakal dilangsungkan di kawasan eksotis Tebing T-Rex Pantai Kelingking, Nusa Penida, wilayah Kabupaten Klungkung.
Sederet atlet profesional yang didelegasikan dari bermacam negara dijadwalkan bakal unjuk gigi meluncurkan aksi lompatan akrobatik bebas dari atas tebing tinggi serta titik-titik elevasi ketinggian alami yang telah menjadi ciri khas utama dari ajang ekstrem tersebut.