Breaking

Udara Jakarta Terburuk Keempat Dunia, Warga Diimbau Pakai Masker

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Rabu, 20 Mei 2026
Udara Jakarta Terburuk Keempat Dunia, Warga Diimbau Pakai Masker
Masyarakat Menggunakan Masker. (Sumber: NET)

JAKARTA - Kondisi kualitas udara di wilayah Jakarta pada Rabu pagi ini dilaporkan masuk dalam kategori tidak sehat sekaligus menempati peringkat keempat sebagai kota dengan paparan udara terburuk di dunia, sehingga warga masyarakat dianjurkan untuk tetap mengaplikasikan penggunaan masker tatkala beraktivitas di luar ruangan.

Menilik pada data rilisan platform situs pemantau kualitas udara IQAir tepat pada pukul 05.42 WIB, angka indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta menyentuh level 158 atau diklasifikasikan ke dalam ketetapan kategori tidak sehat dengan kontaminasi polusi udara PM2.5 serta total nilai konsentrasi sebesar 65 mikrogram per meter kubik.

Torehan angka tersebut mengantongi arti penjelasan bahwa derajat kualitas udaranya berstatus tidak sehat bagi kelompok sensitif lantaran dapat mendatangkan dampak merugikan buat kelangsungan hidup manusia maupun kawanan satwa yang sensitif, atau berpotensi memicu kerusakan pada ekosistem tumbuhan serta merusak nilai estetika lingkungan sekitar.

Halaman situs pemantau tersebut turut menyodorkan sejumlah rekomendasi terkait problematika kondisi udara di Jakarta, yaitu bagi kalangan masyarakat seyogianya membatasi diri dari aktivitas di luar ruangan.

Jika terpaksa harus berada di area luar ruangan kenakanlah pelindung masker, kemudian upayakan untuk menutup rapat jendela bangunan guna menangkal kepungan udara luar yang kotor.

Di sisi lain, untuk parameter kategori baik mengindikasikan tingkat kualitas udara yang sama sekali tidak memicu dampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia maupun satwa serta tidak memunculkan pengaruh negatif pada vegetasi tumbuhan, struktur bangunan, ataupun nilai estetika dengan batasan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Selanjutnya, untuk parameter kategori sedang mengisyaratkan kualitas udaranya tidak memberikan pengaruh buruk pada kondisi kesehatan manusia ataupun hewan akan tetapi mulai membawa dampak pada jenis tumbuhan yang sensitif serta merusak nilai estetika dengan batasan rentang PM2,5 di angka 51-100.

Berikutnya, untuk ketetapan kategori sangat tidak sehat berada pada batasan rentang PM2,5 sebesar 200-299 yang mencerminkan kualitas udaranya dapat mengganggu kesehatan pada beberapa segmen populasi masyarakat yang terpapar polusi.

Pada tingkat terakhir, masuk dalam kategori berbahaya (300-500) yang mengartikan secara menyeluruh bahwa kualitas udaranya dapat memicu gangguan kesehatan berskala serius pada populasi warga.

Kota dengan rapor kualitas udara paling buruk pada peringkat pertama ditempati oleh Lahore, Pakistan yang berada di angka 343, disusul urutan kedua yakni Johannesburg, Afrika Selatan di angka 172, posisi ketiga diduduki oleh Kuwait di angka 162, serta urutan kelima ditempati oleh Delhi, India di angka 132.

Sementara itu, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengonfirmasi telah menyiapkan prosedur respons cepat guna memitigasi dampak pencemaran udara di area ibu kota sepanjang bergulirnya musim kemarau, yang diproyeksikan bakal berlangsung mulai awal Mei sampai periode Agustus mendatang.

Program taktis penanggulangan polusi udara di kala musim kemarau tersebut di antaranya mencakup agenda peningkatan mutu sistem pemantauan kualitas udara beserta pelaksanaan uji emisi gas buang kendaraan bermotor.

Di luar langkah itu, pihak Pemprov DKI juga mengantongi dokumen Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang saat ini tengah berada dalam proses evaluasi dari bermacam sudut pandang, mulai dari melacak tren pergerakan PM2.5, total beban emisi di setiap sektor, hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat luas.

Menurut penilaian dari Pemprov DKI, program pengendalian pencemaran udara tidak akan dapat membuahkan hasil optimal apabila dijalankan oleh satu wilayah secara parsial saja sehingga dibutuhkan adanya aksi bersama yang tersinkronisasi antar-organisasi perangkat daerah sekaligus jalinan kolaborasi lintas wilayah di seputaran area Jakarta.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua