Breaking

Atsiri Glamping Tawangmangu: Glamping Seru Berkonsep Berkelanjutan

GA
Rabu, 20 Mei 2026
Atsiri Glamping Tawangmangu: Glamping Seru Berkonsep Berkelanjutan
Atsiri Glamping Tawangmangu. (Sumber: NET)

KARANGANYAR - Wilayah Kecamatan Tawangmangu yang terletak di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memegang peranan sebagai salah satu destinasi plesiran unggulan.

Di samping menyuguhkan beraneka rupa keelokan alam, tersedia banyak pilihan akomodasi penginapan yang dapat Anda jajal ketika melangsungkan kunjungan ke wilayah tersebut.

Salah satu sarana pemondokan yang direkomendasikan oleh pihak Kompas.com untuk dijadikan pilihan adalah Atsiri Glamping.

Area bermalam ini berada dalam satu kawasan terpadu dengan Rumah Atsiri.

Jurnalis Kompas.com berkesempatan meresmikan pengalaman bermalam secara langsung di Atsiri Glamping dalam rangkaian agenda media trip tiket Green yang diinisiasi oleh tiket.com pada Senin-Selasa (18-19 Mei 2026).

Pada momentum tersebut, saya diposisikan untuk menempati ruang kamar tipe Rosemary 1.

Kamar ini mengusung keunikan tersendiri lantaran arsitekturnya dirancang menyerupai bunker bawah tanah, yang mana akses untuk memasukinya wajib melewati undakan tangga.

Akan tetapi, kala melangkah menuju bagian dalam, area kamarnya terhitung lumayan lega dan ditunjang fasilitas berupa queen size bed, meja kerja, pendingin ruangan AC, bilik mandi shower lengkap dengan saluran air hangat, serta jacuzzi.

Nilai plus dari kamar yang saya huni ini ialah menyajikan lanskap panorama di sisi barat yang terekspos secara apik lewat bentangan jendela kaca yang memanjang.

Tatkala kondisi langit sedang bersih, dari area dalam kamar saya sanggup menyaksikan pesona langit biru, bentangan lahan perkebunan serta persawahan, hingga siluet Gunung Merbabu-Merapi di batas ufuk barat.

Walaupun kondisi kamarnya terbilang sangat nyaman, bakal terasa amat merugi sekiranya kami cuma sekadar menumpang istirahat tidur saja sewaktu melangsungkan masa inap di Atsiri Glamping.

Argumen tersebut diutarakan langsung oleh General Manager Rumah Atsiri Indonesia, Dewi Soesilowati.

"Kalau cuma numpang tidur di Atsiri Glamping, waduh sayang sekali karena banyak aktivitas yang bisa dilakukan," kata dia kepada peserta media trip, Selasa (19/5/2026).

Saat melangsungkan kunjungan, saya bersama rekan-rekan peserta media trip memperoleh kesempatan berharga guna mencicipi rangkaian aktivitas menarik, di antaranya:

Jelajah Museum Rumah Atsiri

Rombongan jurnalis diarahkan untuk menapakkan kaki menjelajahi area museum yang berlokasi di Rumah Atsiri.

Di titik ini, petugas pemandu menjabarkan bermacam wawasan, mulai dari rekam sejarah Rumah Atsiri, khazanah pengetahuan seputar ragam tanaman atsiri, hingga proses teknis ekstraksi minyak atsiri atau minyak esensial.

Ikut workshop bikin parfum

Berikutnya, rombongan peliput diajak serta untuk berpartisipasi dalam kelas workshop meracik parfum.

Sudah disiagakan petugas pemandu yang bertugas mengarahkan kami dalam mengombinasikan racikan minyak esensial bersama senyawa kimia tertentu hingga bertransformasi menjadi produk parfum.

Kala mengikuti jalannya kelas workshop, salah satu impresi pengalaman yang paling berkesan ialah manakala kami mencoba mengawinkan aroma dari bermacam varian minyak esensial (seperti rosemary, melati, hingga peppermint), hingga mewujud menjadi aroma wewangian yang selaras dengan selera personal.

Javanese wellness di Atsiri Jawa

Kami pun turut dihantarkan untuk menyambangi kawasan AtsiriJawa yang letak lokasinya berada tidak terlampau jauh dari kompleks Rumah Atsiri.

Kami kemudian diarahkan untuk menyelami pengetahuan seputar nilai filosofi kehidupan masyarakat Jawa yang terkandung di dalam aneka rupa tanaman.

Sebagai representasi contohnya ialah struktur pohon beringin yang menyimbolkan potret sosok pemimpin yang bijaksana.

Selanjutnya, untuk menu kesehatan holistik (wellness), rombongan pelancong dituntun untuk belajar memilah olah raga lewat gerakan beksan lampahing jawi, yakni sejenis latihan berjalan secara perlahan yang diselaraskan dengan gestur tarian ritmis.

Sejatinya, tersedia beraneka macam aktivitas di lingkungan Atsiri Jawa yang seluruhnya diadopsi berdasarkan fondasi filosofi hidup masyarakat Jawa, semisal olahraga panahan jemparingan ataupun aktivitas meditasi.

Jalan-jalan santai di perdesaan sekitar Rumah Atsiri

Tepat pada Selasa (19/5/2026) pagi hari, agenda aktivitas berikutnya yang dilakoni ialah berjalan kaki secara santai mengitari lanskap pedesaan di sekeliling Rumah Atsiri.

Didampingi oleh pemandu, kami diarahkan melintasi jalur perkebunan serta hamparan area persawahan, sembari mengidentifikasi aneka jenis tanaman liar yang rupanya menyimpan segudang khasiat dan manfaat.

Satu perkara yang sukses mencuri perhatian dari keberadaan Glamping Atsiri ialah penginapan ini diaplikasikan dengan mengusung konsep kelestarian atau berkelanjutan (sustainability).

Pada sistem aplikasi platform online travel agent (OTA) tiket.com, Glamping Atsiri terpantau telah sukses mengantongi sematan label "green" yang mengindikasikan bahwa akomodasi ini menaruh perhatian serius terhadap program berkelanjutan atau sustainability.

Dewi memberikan ulasan bahwa aplikasi konsep berkelanjutan di tempat ini tidak melulu berfokus pada urusan ekologi lingkungan semata, melainkan turut menyentuh aspek-aspek esensial lainnya, semisal urusan finansial hingga manajemen kelola korporasi.

Menyangkut ekosistem lingkungan, pihak Rumah Atsiri, terhitung di dalamnya lini Glamping Atsiri, berkomitmen tidak merusak ataupun menebang pohon-pohon rindang yang posisinya telah tumbuh mapan terlebih dahulu di sana.

"Kebanyakan tanaman-tanaman asli dan yang sudah tua, tetap dipertahankan. Kami yang menyesuaikan," ujar Dewi.

Ia memberikan sebuah contoh kasus, sewaktu proses pendirian area pabrik yang tengah bergulir saat ini, di dalam ruangan bangunannya terdapat pohon hidup yang tetap dipertahankan keberadaannya.

"Kemudian kalau pesan minuman di restoran, sedotannya bukan dari plastik, melainkan terbuat dari beras," ujar Dewi.

Di samping instrumen sedotan, kantong plastik pembungkus di teritorial ini juga diproduksi memanfaatkan material bahan organik, yakni berbasis singkong atau cassava, bukannya plastik murni.

Manajemen Rumah Atsiri juga konsisten berikhtiar guna menyumbangkan kontribusi nyata terhadap kelestarian alam dan lingkungan warga sekitar agar mampu memetik berkah manfaat.

"Seperti pengolahan limbah, kami memilah sampah, sehingga sampah organik (seperti daun dan bunga layu) tidak dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA)," kata Dewi.

Di luar hal itu, sambung dirinya, agenda aktivitas layaknya menjelajahi area sekitar turut menyuguhkan muatan edukasi bernilai bagi kalangan turis agar kian menaruh kepedulian pada kelestarian alam.

Pihak Rumah Atsiri juga tiada henti mengupayakan langkah efisiensi terhadap penggunaan pasokan sumber daya, semisal daya listrik dan pasokan air.

Apabila Anda menaruh minat untuk bermalam di sarana penginapan yang telah mengimplementasikan konsep sustainability, layaknya di lingkungan Glamping Atsiri ini, Anda cukup mengaktifkan fitur filter "green" sewaktu berburu akomodasi di aplikasi tiket.com.

 

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua