Breaking

Imbas Konflik Global, Kunjungan Turis ke Jepang Merosot

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Konflik Global, Kunjungan Turis ke Jepang Merosot
Para wisatawan asing saat menikmati keindahan alam di Negeri Sakura, Jepang.(Sumber:NET)

JAKARTA - Total kedatangan wisatawan mancanegara menuju Jepang mengalami penurunan di angka 5,5 persen sepanjang bulan April apabila dikomparasikan dengan kurun waktu yang sama di tahun sebelumnya (year on year/yoy) hingga menyisakan 3,69 juta orang.

Berdasarkan warta dari Kyodo, Rabu (20/5/2026) waktu setempat, terjadinya penyusutan ini disebabkan oleh pembekuan sementara serta pemangkasan rute operasional maskapai imbas memanasnya gesekan di kawasan Timur Tengah beserta riak diplomatik bersama China.

Merujuk pada publikasi berkas Organisasi Pariwisata Nasional Jepang, kemunduran statistik ini merupakan momen pertama yang terjadi semenjak Januari, kendati dalam perhitungan bulanan nominal tersebut tetap bertengger sebagai pencapaian paling melimpah di sepanjang periode 2026.

Menurut pemaparan otoritas pariwisata setempat, kedatangan pelancong dari kawasan Timur Tengah anjlok sedalam 21,4 persen menjadi tersisa 22.300 orang.

Persoalan ini dipicu oleh pecahnya pertempuran antara AS-Israel dengan pihak Iran yang mengganggu stabilitas jalur penerbangan udara di bermacam-macam bandara, sekaligus mengacaukan manajemen waktu terbang dari teritori Eropa menuju Jepang yang jalurnya melintasi Timur Tengah.

Tidak sebatas itu saja, jumlah pelancong dari Tiongkok turut amblas secara signifikan di angka 56,8 persen atau hanya menyisakan sebanyak 330.700 orang pasca-terbitnya memo dari otoritas domestik mereka guna menghindari agenda liburan ke Jepang.

Fenomena tersebut mengemuka karena Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sempat mengutarakan perihal peluang andil Jepang dalam kondisi kedaruratan di Taiwan, sehingga relasi bilateral dengan Negeri Tirai Bambu dinilai kian merenggang dipicu oleh ucapan Takaichi tersebut.

Meski demikian, masih terdapat rilis data yang menggembirakan di mana negara Korea Selatan sukses berada di urutan terdepan dalam daftar dengan sumbangan 878.600 pelancong atau melonjak 21,7 persen, yang kemudian dibuntuti oleh Taiwan lewat catatan 643.500 orang atau terkoreksi naik 19,7 persen.

Kuantitas pelawat yang berasal dari sembilan sektor pasar, termasuk di dalamnya Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, serta Amerika Serikat, berhasil menembus rekor statistik paling tinggi untuk periode bulan April.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua